Kompas.com - 16/08/2016, 20:37 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Nyeri otot merupakan bagian alami dari setiap olahraga rutin. Tandanya, otot telah bekerja dan Anda mendapatkan “hasil” dari sesi olahraga.

Walau begitu, nyeri otot dan cedera olahraga kadang tak tampak perbedaanya. Padahal, cedera jauh lebih serius dan mungkin memerlukan perhatian dan perawatan dari seorang dokter. Sehingga, mengetahui perbedaan antara keduanya adalah penting untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan aktif untuk jangka panjang.

Menurut Mike Reinold, kepala ahli terapi fisik untuk Boston Red Sox, "Nyeri otot pasca olahraga dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. Bisa dimulai dari saat olahraga hingga beberapa hari setelahnya, tergantung pada intensitas latihan, dengan puncak nyeri sekitar 36 jam pasca olahraga.”

Namun, setelah beberapa hari, rasa sakit akibat nyeri otot akan berkurang secara dramatis. "Jika nyeri Anda memuncak satu atau dua hari setelah olahraga, namun secara bertahap mulai menurun di hari berikutnya, otot dalam keadaan sehat.”

Untuk membantu meringankan rasa sakit dan mengurangi efek samping dari latihan berat, tetaplah bergerak aktif dan melakukan beberapa peregangan ringan selama 24 jam setelah sesi olahraga. Gerakan ini akan membantu untuk mengedarkan darah dan nutrisi ke jaringan yang rusak.

Namun, ketika rasa sakit terus berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama dan menyebabkan sangat sulit atau sakit bergerak, Anda mungkin telah mengalami cedera otot.

Dr. Reinold menambahkan, "Jika nyeri yang berlangsung lebih lama dari 5 hari, atau memiliki dampak signifikan pada fungsi anggota tubuh, itu mungkin cedera. Anda perlu cepat memeriksakan diri ke profesional medis.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penanganan cedera dini dapat menjadi kunci pemulihan cepat. Ketimbang menunggu rasa sakit reda dalam waktu lebih dari seminggu, segera kunjungi dokter atau ahli terapi fisik untuk memastikan bahwa Anda tidak mengalami sesuatu yang lebih serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
PENYAKIT
Nyeri Tumit
Nyeri Tumit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.