Kompas.com - 03/09/2016, 16:00 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Beberapa jenis kandungan yang biasanya dipakai dalam produk sabun antibakteri untuk mencuci tangan dan mandi kini mulai dilarang di Amerika Serikat.

Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) mengumumkan kandungan yang dilarang itu, antara lain triklosan dan triclocarban. Zat antibakteri itu selama beberapa waktu terakhir memang diperdebatkan efek sampingnya. Beberapa bahaya yang terkait antara lain gangguan hormonal, membuat bakteri kebal, bahkan kanker.

Berdasarkan peraturan itu maka produsen sabun tidak boleh lagi memasarkan produkn sabun antibakteri jika mengandung kedua bahan tersebut.

"Ini karena produsen tidak bisa menunjukkan bahwa kandungan itu aman dalam penggunaan jangka panjang, dan lebih efektif dari pada sabun biasa dan air dalam mencegah penyakit dan penyebaran infeksi," tulis FDA dalam pernyataannya.

FDA menatakan aturan itu hanya berlaku untuk produk yang memerlukan air, bukan produk pencuci tangan atau tisu bawah.

Beberapa perusahaan di AS juga sudah mulai menghilangkan kandungan itu dalam produknya karena alasan keamanan dan tekanan publik.

Pada tahun 2013, FDA meminta perusahaan sabun memberikan bukti keamanan dan efektivitas zat antibakteri seperti triclosan dan triclocarban setelah data penelitian menunjukkan zat itu terkait dengan gangguan hormonal dan resistensi bakteri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila perusahaan ingin melanjutkan memakai zat tersebut mereka harus bisa membuktikan produk itu efektif menurunkan infeksi dibanding produk yang tidak mengandung zat antibakteri.

Sayangnya, menurut FDA para produsen tidak bisa memberikan bukti yang cukup tentang keamanan dan efektivitas dari 19 jenis kandungan antibakteri.

"Konsumen mungkin menganggap cuci tangan dengan sabun antibakteri lebih efektif mencegah penyebaran kuman, tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa produk itu lebih bagus dibanding sabun biasa dan sabun. Bahkan, zat antibakteri itu dalam jangka panjang berbahaya," kata Dr.Janet Woodcock direktur Pusat Penelitian dan Evaluasi Obat FDA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber time.com
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.