Kompas.com - 06/09/2016, 10:48 WIB
Ilustrasi THESUN.CO.UK/ gettyimagesIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pemberian antibiotik pada bayi berusia kurang dari dua tahun ternyata memiliki efek jangka panjang. Menurut studi terhadap ratusan ribu orang, diketahui dampaknya adalah menderita alergi di usia dewasa.

Jenis alergi yang mungkin diderita adalah eksim kulit dan rinitis alergi (hay fever) yang memiliki gejala bersin-bersin dan hidung berair.

Hasil analisa ekstensif terhadap lebih dari 400.000 orang itu dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Ikatan Ahli Pernapasan Eropa di London.

Beberapa studi sebelumnya telah menemukan kaitan antara penggunaan antibiotik yang terlalu dini dengan penyakit alergi, tetapi hasilnya kurang konsisten.

Menurut ketua peneliti Fariba Ahmadizar dari Universitas Utrecht, antibiotik akan mengganggu kerja sistem imun tubuh dengan memengaruhi mikroba usus. Hal itu berdampak negatif pada respon imun.

Para ilmuwan juga sejak lama mengamati peningkatan kasus alergi di negara berkembang. Salah satu yang diduga jadi pemicunya adalah berubahnya paparan kuman pada anak-anak.

Penelitian terbaru yang dilakukan Ahmadizar ini mengkaji 22 penelitian yang dilakukan antara tahun 1966 dan 2015. Kemudian diketahui terjadi peningkatan risiko eksim sampai 41 persen dan rinitis alergi sampai 56 persen akibat pemberian antibiotik pada bayi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kaitan antara kedua hal itu semakin kuat jika seseorang diberikan lebih dari satu kali antibiotik saat bayi.

Menurut Adam Finn, pakar kesehatan bayi yang tidak terlibat dalam penelitian ini, hasil studi ini memperkuat bukti efek negatif antibiotik.

"Para ahli sudah lama mencemaskan resistensi antibiotik akibat penggunaan yang berlebihan," katanya.

Meski demikian, menurut Finn, dokter juga perlu mempertimbangkan manfaat dan bahaya antibiotik karena bagaimana pun antibiotik adalah obat yang penting untuk melawan infeksi bakteri dan sudah menyelamatkan jutaan nyawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.