Kompas.com - 15/10/2016, 11:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pengelolaan dan pengendalian penyakit kronis seperti diabetes sangat penting, karena ada komplikasi yang berbahaya, dan juga beban ekonomi yang besar bila penyakit ini tidak terkontrol.

Peran dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam membantu pasien diabetes mengendalikan gula darahnya sangat penting karena ini adalah penyakit menahun.

"Dalam penyakit diabetes melitus, yang menjadi dokter sebenarnya adalah pasien itu sendiri. Pasien lah yang menentukan kapan ia harus berobat, kapan harus cek gula darah, atau bagaimana mengatur pola makan. Oleh karena itu pasien diabetes perlu teman untuk mengelola penyakitnya, yaitu dokter," kata Dr.Pradana, Sp.KD-KEMD, dalam acara diskusi di Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Intervensi dini yang dilakukan dokter sebelum munculnya komplikasi sangat penting. Tidak cuma mengandalkan obat, pasien juga harus diedukasi pentingnya melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

"Dengan diet dan olahraga saja sudah banyak manfaatnya untuk turunkan gula darah," kata Guru Besar Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan pembuluh darah dan organ-organ tubuh. Karena itu pasien didorong untuk mengelola penyakitnya agar mencapai target gula darah sesuai standar dokter.

"Sebenarnya kalau nilai HbA1C pasien-pasiennya mencapai target, itu artinya dokternya berhasil menangani diabetes," imbuhnya.

Pemeriksaan HbA1C dilakukan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata selama 2-3 bulan ke belakang. Nilai ideal yang dianjurkan adalah kurang dari 7 persen.

Pradana menjelaskan, kontrol gula darah pada pasien diabetes bersifat individual dan tidak dapat dipukul rata. "Kalau untuk pasien yng sudah lansia, targetnya boleh lebih longgar. Berbeda halnya dengan pasien yang muda-muda, yang baru terdiagnosis, atau harapan hidupnya tinggi, maka harus lebih ketat targetnya," paparnya.

Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) telah membuat pedoman penanganan dan pencegahan penyakit diabetes. Pedoman tersebut menurut Pradana, merupakan petunjuk bagi para dokter untuk melakukan tugasnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.