Kompas.com - 17/10/2016, 12:00 WIB
Michael Phelps dan tim estafet 4x100 meter AS. Michael Phelps dan tim estafet 4x100 meter AS.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Terapi oksigen saat ini sedang digemari di Amerika Serikat. Banyak atlet dan pendaki gunung mengaku mendapatkan manfaat dari terapi ini. Apakah benar menghirup ekstra oksigen dapat memengaruhi performa olahraga, mengobati kelelahan, jet lag dan hangover?

Apakah terapi oksigen itu?
Terapi ini memasang masker wajah, memasukkan tube di hidung bernama cannula. Terapi terbaru menyediakan spray untuk mulut. Dari situ kita menghirung oksigen terkonsentrasi.

"Secara medis, terapi oksigen digunakan mengobati penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronik. Tetapi belakangan ini kita melihat terapi ini digunakan untuk atlet setelah latihan intensif atau pendaki gunung saat berada di pegunungan," kata Norman H. Edelman, MD, penasihat ilmiah senior untuk American Lung Association.

Penggemar terapi ini mengaku terapi oksigen membantu mereka bernapas lebih baik setelah olahraga, meningkatkan energi, fokus, dan mempercepat pemulihan dari jet lag dan hangover.

Apakah ada manfaatnya?
"Terapi ini dapat bermanfaat di tempat di ketinggian seperti pegunungan tinggi," kata Michael Feitas, MD, dokter kesehatan olahraga di UB MD Orthopaedics and Sports Medicine di Buffalo, AS.

Tubuh kita secara khas membutuhkan waktu satu minggu menyesuaikan diri di tempat dengan ketinggian. Sebelum menyesuaikan diri, ketika berada di tempat dengan ketinggian seperti di pegunungan Himalaya membuat kita sulit tidur, pusing, muntah-muntah. Tambahan oksigen dapat meringankan gejala ini tetapi belum ada bukti terapi oksigen memberi manfaat lebih dari itu.

"Di ketinggian normal, darah kita hampir jenuh dengan oksigen," kata Edelman. Jadi bagaimana dengan oksigen untuk meningkatkan kinerja atlet? Diduga itu merupakan efek plasebo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apakah terapi oksigen ini aman?
Pada dasarnya, terapi itu aman. "Tetapi jauhi oksigen yang diberi "rasa" yang mungkin dicampur minyak aromatik," kata Edelmen.

"Menghirup segala jenis minyak berbahaya. Tetesan minyak itu dapat masuk ke paru-paru, di mana dapat memicu penyakit pernapasan serius yang disebut lipoid pneumonia," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rabun
Rabun
PENYAKIT
Coulrophobia
Coulrophobia
PENYAKIT
Tinnitus
Tinnitus
PENYAKIT
Penis Lecet
Penis Lecet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.