Kompas.com - 10/11/2016, 17:19 WIB
Edukasi kanker serviks kepada tenaga kesehatan dalam kegiatan Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (8/11/2016). Dian Maharani/Kompas.comEdukasi kanker serviks kepada tenaga kesehatan dalam kegiatan Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (8/11/2016).
|
EditorLusia Kus Anna
TANJUNGPINANG, KOMPAS.com- Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia. Tapi, belum banyak yang sudah sadar untuk melakukan deteksi dini kanker ini.
 
Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang umumnya menular lewat hubungan seksual. Jadi, wanita yang sudah menikah atau aktif berhubungan seksual seharusnya rutin melakukan deteksi dini kanker. 
 
Deteksi dini untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker bisa dilakukan dengan metode pap smear maupun IVA. Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPd-KHOM mengatakan, jika ditemukan sejak dini, kanker bisa diobati dengan baik.
 
"Deteksi dini juga harus berada di garis depan. Kalau kanker ditemukan stadium satu atau dua, harapan sembuhnya tinggi, pengobatan lebih cepat, lebih murah," ujar Aru dalam kegiatan Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (9/11/2016).
 
Bahkan, jika yang ditemukan masih lesi prakanker, bisa dicegah berkembang jadi kanker menggunakan metode krioterapi atau metode pendinginan. Menurut Aru, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini, sangat diperlukan edukasi kepada masyarakat tak hanya di kota-kota besar.
 
Untuk itu, edukasi kanker serviks kali ini dilakukan di Tanjungpinang. Tak hanya kepada masyarakat, para tenaga kesehatan, seperti bidan dan dokter umum juga diberikan edukasi mengenai kanker serviks.
 
Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Sari Suharso menjelaskan, edukasi mengenai kanker serviks diberikan kepada sekitar 700 peserta.
 
Khusus untuk tenaga kesehatan, mereka mendapatkan pelatihan menggunakan metode pap smear dan IVA, serta menggunaan alat krioterapi oleh YKI dan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit setempat. Sekitar 600 wanita pun mendapat pemeriksaan pap smear maupun IVA gratis. 
 
"Tujuan semua ini agar di kemudiian hari kita memiliki angka kejadian kanker serviks lebih rendah dari sekarang, baik angka kesakitan dan kematiannya," kata Aru lagi.
 
Jadi, jangan tunggu muncul keluhan untuk melakukan deteksi dini. Pencegahan kanker serviks juga sudah biisa dilakukan sejak kecil. Sebab, kanker serviks sejauh ini adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah dengan vaksin.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.