Kompas.com - 08/01/2017, 20:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pengemudi mobil maupun sepeda motor yang tidur hanya 5 jam semalam (mengacu pada rekomendasi tidur minimal 7 jam semalam), sama membahayakannya dengan pengemudi mabuk, ungkap sebuah studi dari AAA Foundation for Traffic Safety.

Data baru menunjukkan bahwa pengemudi yang tidur kurang dari 7 jam semalam, risiko mengalami kecelakaan berkendara meningkat hampir dua kali lipat.

Dan pengemudi yang hanya tidur 4-5 jam semalam, empat kali lipat lebih mungkin untuk alami kecelakaan berkendara—sama dengan pengemudi yang secara hukum dinyatakan mabuk.

"Anda yang kurang tidur, tidak dapat berharap untuk berfungsi aman sepenuhnya di belakang kemudi," kata David Yang, direktur eksekutif AAA, mengatakan dalam siaran pers.

Hasil penelitian dari laporan “pengemudi mengantuk” yang didapat dari data 4.571 polisi Amerika juga mendapati:

- Pengemudi yang tidur 6-7 jam, 1,3 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

- Pengemudi yang tidur 5-6 jam, 1,9 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

- Pengemudi yang tidur 4-5 jam, 4,3 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

- Pengemudi yang tidur kurang dari empat jam, 11,5 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.