Kompas.com - 01/03/2017, 19:53 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak kurus bukan berarti mengalami gizi buruk. Dokter spesialis gizi klinik Laila Hayati mengungkapkan, untuk menegakkan diagnosis gizi buruk, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, harus dilihat bagaimana pola makan atau asupan nutrisinya sehari-hari. Misalnya, anak tersebut memang jarang makan dan nutrisi makanannya sangat kurang ada kemungkinan mengalami gizi buruk.

Selain akibat kurang nutrisi saat makan, gizi buruk juga bisa dipicu faktor penyakit lain. Kemudian, bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya.

"Kita lihat gejala fisik dari ujung kepala ke kaki. Dari kepala, rambut mudah dicabut dan pirang. Di mata, bisa dilihat matanya cekung. Wajahnya kayak orangtua karena kulitnya kendur," jelas Laila saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/3/5017).

Selain itu, tulang iga menonjol, kulitnya kering, kendur, dan bersisik, lemak di bawah kulit juga sangat kurang, hingga otot mengecil.

Anak dengan gizi buruk juga tak selalu memperlihatkan gejala fisik berupa perut buncit. Laila menjelaskan, perut bengkak atau terlihat buncit karena adanya cairan yang merembes keluar dari pembuluh darah. Kondisi itu biasanya terjadi jika sudah tahap lanjut.

"Itu karena kekurangan protein, kan. Protein dalam tubuh enggak cukup sehingga cairan enggak bisa terjaga dalam pembuluh darah," terang Laila.

Untuk memastikan, bisa diukur dengan grafik yang dihitung dengan tinggi badan dan berat badan sesuai usia anak.

Bila mengalami gizi buruk, penanganannya dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pemberian asupan makan yang baik sampai berat badan bertambah secara perlahan. Selain itu, bila ada penyakit lain juga harus ditangani.

"Misalnya ada masalah saluran cerna, ya itu juga harus ditangani karena percuma ngasih makanan banyak kalau saluran cernanya enggak baik," jelas Laila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.