Kompas.com - 04/03/2017, 11:00 WIB
Ilustrasi. ThinkstockphotosIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sadarkah Anda dengan perubahan nafsu makan ketika stres? Ada yang kehilangan nafsu makan dan ada pula yang justru mencari kenyamanan dengan makanan, menyantap satu loyang brownies sekaligus.

Sudah lama dicurigai bahwa stres menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi baru, merupakan yang pertama dari jenis studi ini, menyimpulkan bahwa stres jangka panjang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Peneliti dari University College London (UCL) melakukan studi terhadap 2.527 pria dan wanita di atas usia 50 tahun.

Periset mengukur kadar kortisol alias hormon stres pada dua sentimeter potongan rambut (sekitar pertumbuhan rambut dua bulan).

Setelah menghitung variasi seperti usia dan jenis kelamin, serta faktor seperti kebiasaan merokok atau punya tidaknya diabetes, peneliti menemukan semakin tinggi kadar kortisol (tanda seseorang yang stres), semakin tinggi berat badan, indeks massa tubuh dan lingkar pinggang seseorang.

Ternyata ditemukan pula semakin tinggi kadar kortisol berhubungan dengan kadar obesitas yang bandel.

Studi-studi sebelumnya yang sudah meneliti hubungan antara stres dan kenaikan berat badan selalu melihat kadar kortisol dalam darah, urine atau air ludah yang mungkin berubah-ubah sepanjang hari dan dipengaruhi faktor-faktor sementara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Riset ini merupakan yang pertama menemukan cara mengukur kadar stres dalam dua bulan.

Tetapi, masih belum jelas apakah stres menyebabkan obesitas. Sementara ini kelebihan berat badan dapat pula menjadi sumber stres bagi sejumlah orang.

Pemimpin penelitian Sarah E.Jackson, seorang ahli epidemiologi dari UCL mengatakan kita mungkin tak dapat menghilangkan stres sama sekali dalam hidup kita tetapi kita mungkin dapat menemukan cara mengontrolnya. "Bahkan dengan menyadari keadaan stres itu menyebabkan kita jadi makan lebih banyak dapat membantu," katanya.

Jadi jika Anda ingin menurunkan berat badan, mungkin ini saatnya berhenti menghitung kalori. Rilek saja dan berat badan mungkin malah akan lebih mudah turun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.