Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Canggih! Pakai Alat ini, Tes Influenza Cukup Lewat "Smartphone"

Kompas.com - 24/03/2017, 16:05 WIB
Dian Maharani

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com - Semakin cangihnya teknologi, smartphone atau ponsel pintar kini dapat dimanfaatkan untuk diagnosis suatu penyakit. Salah satu yang mendukung diagnosis melalui smartphone adalah Nanotis.

Alat diagnosis asal Jepang ini diciptakan khusus untuk mengetahui adanya virus influenza yang menyebabkan sakit flu.

CEO Nanotis Lisa Sakashita menjelaskan, pasien hanya perlu menempatkan lendir atau air liur pada sebuah chip mikofluida di alat Nanotis.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Kemudian, ambil gambar dari chip menggunakan smartphone yang terkoneksi dengan aplikasi untuk membaca hasilnya.

"Hasilnya keluar hanya dalam waktu satu menit," kata Lisa saat ditemui dalam jumpa pers Bayer Pharmaceuticals Division Asia Pacific Financial 2017 di Singapura, Selasa (21/3/2817).

Lisa mengatakan, alat ini sangat praktis karena ukurannya yang kecil, mudah digunakan, dan pastinya tanpa rasa sakit.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Nanotis diciptakan mengingat mudahnya virus influenza menular melalui udara. Bila ada satu orang sedang flu dalam satu ruangan, orang lain dalam ruangan yang sama bisa ikut terkena flu.

Lisa berharap, Nanotis tak hanya bisa menjadi alat diagnosis di rumah sakit dan klinik, tetapi juga di unit kesehatan sekolah hingga tempat karantina bandara.

"Nanotis bisa dipakai oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun," kata Lisa.

Baca juga: Timnas U17 Kalahkan Finalis Piala Asia 2023, Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Luar Biasa

Nanotis merupakan salah satu pemenang Bayer Grants4Apps tahun lalu. Nantinya diharapkan ada teknologi serupa untuk deteksi virus Zika, Norovirus, hingga HIV sehingga membantu mengatasi penyakit menular.

Nanotis juga ingin memperluas teknologi untuk penyakit lain seperti kanker, campak, hingga demam berdarah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Longsor Pacet, Jalur Mojokerto-Batu Ditutup,10 Orang Meninggal Dunia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau