Kompas.com - 20/01/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi pneumonia ShutterstockIlustrasi pneumonia

KOMPAS.com - Para ahli memperkirakan coronavirus asal China telah menjangkiti hampir 1.700 orang.

Melansir Kompas.com, Minggu (19/1/2020), sudah ada dua orang meninggal dunia karena virus misterius China yang muncul kali pertama di kota Wuhan, pada Desember 2019.

Menurut para ilmuwan dari Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Imperial College London kepada BBC, terdapat 41 kasus baru coronavirus yang dikonfirmasi di laboratorium.

Melalui pemodelan wabah berdasarkan virus, populasi lokal, dan data penerbangan, para ahli di Inggris memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi mendekati 1.700 orang.

Dari China, coronavirus yang berpotensi mematikan itu juga terdeteksi di Jepang dan ada temuan kasus pneumonia akibat virus misterius tersebut di Thailand.

Baca juga: Virus Misterius China Diduga Telah Menginfeksi 1.700 Orang

Penyebaran virus asal China itu ke beberapa negara membuat sejumlah orang khawatir.

Kendati demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyerukan kewaspadaan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Sabtu (18/1/2020), membagikan cara mencegah penularan dan meminimalkan risiko tertular coronavirus. Antara lain:

1. Jaga tangan tetap bersih

Cuti tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan cairan pembersih berbasis alkohol.

Membersihkan tangan secara berkala penting, kendati tangan tampak bersih. Terutama:

  • Setelah batuk atau bersin
  • Saat merawat orang sakit
  • Sebelum, saat, setelah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Habis dari kamar mandi
  • Tangan terlihat kotor
  • Setelah memegang binatang atau kotoran binatang

Cara membersihkan tangan pun tak sembarangan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 40 detik.

Untuk pengguna cairan pembersih tangan, gunakan merata di tangan dan biarkan sekitar 20 sampai 30 detik.

2. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

Lindungi orang lain tertular sakit dengan cara menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

Tutup dengan tisu, lengan, atau bagian dalam siku untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri saat batuk atau bersin.

Buang tisu bekas batuk dan bersin ke tempat sampah. Lalu, bersihkan tangan kembali setelah itu.

Baca juga: Virus Mematikan Asal China Menyebar ke Negara Lain, Seberapa Perlu Kita Khawatir?

3. Hindari kontak dengan orang lain saat sakit

Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang lain saat kondisi tubuh sedang demam, pilek, atau mengalami gejala flu.

Selain itu, hindari meludah di tempat umum untuk mencegah penularan virus dan bakteri.

Saat tubuh terasa demam, batuk, dan kesulitan bernapas, hubungi dokter.

4. Hindari kontak dengan orang sakit

Jaga diri sendiri saat akan melakukan kontak dengan orang yang sakit.

Hindari menyentuh bagian mata, mulut, dan hidung orang yang sedang sakit.

Selain itu, jaga diri Anda saat akan kontak dengan ternak maupun binatang liar.

5. Jaga keamanan pangan

Menjaga keamanan pangan juga bisa mencegah penularan virus dan bakteri berbahaya.

Sebisa mungkin gunakan pisau dan talenan berbeda untuk memotong daging mentah dan bahan makanan matang.

Sebelum memegang makanan matang, jangan lupa cuci tangan dulu setelah memegang bahan makanan mentah.

Lindungi juga keluarga dari bahan makanan berbahaya seperti daging binatang yang sakit atau mati karena penyakit.

Baca juga: Mengenal Coronavirus yang Diduga Biang Wabah Pneumonia di China

Di tempat asal persebaran virus, bahan makanan bisa aman dikonsumsi asalkan diolah dengan cara yang tepat.

Hal yang tak kalah penting, saat belanja atau beraktivitas di pasar, bersihkan tangan dengan seksama setelah memegang binatang dan produk binatang.

Hindari memegang mata, hidung, dan mulut sebelum cuci tangan dengan cara yang tepat.

Sumber: Kompas.com (Penulis/Editor : Shierine Wangsa Wibawa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WHO
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.