Kompas.com - 21/01/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Saat lelah melanda, istirahat atau tidur nyenyak bisa menjadi solusinya. Namun, cara tersebut tak akan berhasil untuk mengatasi kelelahan.

Itu karena kelelahan berbeda dari rasa lelah yang biasa kita rasakan.

Kelelahan lebih bertahan lama dan tidak cukup diatasi hanya dengan istirahat saja.

Kelahan bisa dirasakan baik secara fisik atau psikis. Melansir laman SehatQ, berikut gejala-gejala yang kerap dirasakan oleh mereka yang kelelahan:

  • Tidak bertenaga.
  • Tidak punya motivasi.
  • Terus-menerus lelah meski sudah beristirahat maupun tidur.
  • Tidak mampu beraktivitas, baik di rumah maupun di tempat kerja.
  • Mengantuk di siang hari.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Suasana hati yang terganggu.
  • Penglihatan kabur.
  • Waktu Anda untuk bereaksi terhadap sesuatu menjadi lebih lambat.

Baca juga: Bagaimana Kelelahan Kerja Sebabkan Gangguan Jantung

Penyebab

Ada banyak faktor yang menyebabkan kelelahan. Melansir Betterhelp, berikut empat faktor penyebab kelelahan: Berbagai penyebab yang dapat memicu kelelahan termasuk:

  • Penyebab medis: keletihan yang tak henti-hentinya dapat menjadi tanda penyakit yang mendasarinya, seperti kelainan tiroid, penyakit jantung atau diabetes.
  • Gaya hidup: konsumsi alkohol, obat-obatan, serta kurang olahraga dapat menyebabkan perasaan lelah.
  • Tekanan kerja: stres di tempat kerja dapat menyebabkan perasaan lelah
  • Kekhawatiran emosional dan stres: kelelahan adalah gejala umum dari masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kesedihan, dan mungkin disertai dengan tanda dan gejala lain, termasuk lekas marah dan kurang motivasi.

Cara mengatasi

Kelelahan adalah gejala dari suatu kondisi. Jadi, untuk mengatasinya tergantung dari penyebab kelelahan tersebut, bisa dari fisik, psikologis atau kombinasi keduanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa gejala kelelahan biasa diatasi segera setelah kondisi yang mendasarinya diobati.

Contohnya, mereka yang mengalami anemia merasa jauh lebih baik segera setelah jumlah sel darah merah mereka meningkat.

Sementara itu, mereka yang pulih dari infeksi mononukleosis mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu agar tingkat energinya kembali normal.

Untuk mengurangi gejala kelelahan kita bisa melakukan hal-hal berikut ini:

1. Mengatur pola makan

Makanan yang kita konsumsi dapat menentukan vitalitas kita. Untuk meningkatkan energi, kita bisa mengatur pola makan dengan cara berikut:

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  • Menghindari makanan cepat saji atau junk food.
  • Menghindari makanan yang tinggi gula.
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Makan dalam porsi yang kecil dan lebih sering.
  • Membatasi konsumsi alkohol dan kafein, serta menghindari konsumsi kafein di sore atau malam hari.

Baca juga: Kurang Tidur Karena Kelelahan, Lakukan Hal Ini

2. Aktivitas fisik

Lakukanlah olahraga dan aktivitas fisik yang cukup serta teratur, tidak kurang dan tidak berlebihan. Langkah ini dapat meningkatkan energi serta memperbaiki pola tidur kita.

Usahakan untuk berolahraga di pagi hari, dan hindari berolahraga berat di malam hari sebelum tidur.

Jika tidak terbiasa berolahraga, mulailah dengan olahraga yang ringan sampai tubuh beradaptasi.

3. Kualitas tidur

Tidur yang berkualitas amatlah penting. Kita bisa mencoba langkah berikut untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik:

  • Susun jadwal tidur yang teratur, yaitu dengan tidur dan bangun di sekitar jam yang sama setiap hari.
  • Pastikan kamar tidur cukup gelap dan tenang.
  • Pastikan suhu kamar nyaman.
  • Hindari menonton televisi, menggunakan gawai sebelum tidur. Pasalnya, cahaya dari layar justru akan merangsang aktivitas otak.
  • Jangan makan berat pada satu hingga dua jam sebelum tidur.
  • Lakukan ritual yang menenangkan sebelum tidur, misalnya mendengarkan musik atau mandi air hangat.

Pencegahan

Melansir laman SehatQ, kelelahan bisa kita cegah dengan cara berikut ini:

  • Konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang.
  • Tidur cukup, setidaknya tujuh jam sehari.
  • Rutin berolahraga.
  • Minum yang cukup, sekitar 2 liter per hari.
  • Atur waktu untuk mengatasi stres akibat pekerjaan.
  • Coba lakukan kegiatan yang menenangkan, misalnya yoga.
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Jauhi konsumsi kafein yang berlebihan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X