Kompas.com - 23/01/2020, 21:33 WIB
Ilustrasi ereksi AntonioGuillemIlustrasi ereksi

KOMPAS.com - Salah satu disfungsi seksual yang dialami pria adalah impotensi atau lemah syahwat. Kondisi ini membuat pria tidak mampu mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Ereksi adalah hasil dari peningkatan aliran darah ke penis. Aliran darah biasanya dirangsang oleh pikiran seksual atau kontak langsung dengan penis.

Ketika seorang pria bersemangat secara seksual, otot-otot di penis akan rileks. Ini memungkinkan peningkatan aliran darah melalui arteri penis, mengisi dua ruang di dalam penis, dan membuatnya menegang.

Baca juga: Berhubungan Seks Idealnya Berapa Kali dalam Seminggu?

Risiko terkena impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Impotensi dapat juga disebabkan oleh kondisi medis tertentu, obat-obatan, trauma, atau pengaruh luar.

Stres atau masalah emosional dalam hubungan juga bisa membuat seorang pria mengalmi impotensi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala impotensi

Melansir Mayo Clinic, ciri-ciri impotensi bisa ditandai gejala disfungsi ereksi yang terus-menerus. Di antaranya:

  • Kesulitan mendapatkan ereksi
  • Kesulitan menjaga ereksi
  • Hasrat seksual berkurang

Penyebab dan faktor risiko

Seiring bertambahnya usia, pria membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi. Selain itu, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko impotensi pada pria. Antara lain:

  • Kondisi medis, khususnya diabetes atau penyakit jantung
  • Penggunaan tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri serta menyebabkan masalah kesehatan kronis yang mengarah pada disfungsi ereksi.
  • Kelebihan berat badan
  • Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau perawatan radiasi untuk kanker
  • Luka, terutama jika merusak saraf atau arteri yang mengontrol ereksi
  • Obat-obatan, termasuk antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, nyeri, atau gangguan prostat
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kegelisahan atau depresi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol, terutama jika Anda adalah pengguna narkoba jangka panjang atau peminum berat

Impotensi yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan berbagai komplikasi seperti berikut:

  • Kehidupan seks yang tidak memuaskan
  • Stres atau kecemasan
  • Rasa malu atau rendah diri
  • Masalah hubungan
  • Ketidakmampuan untuk membuat pasangan hamil

Baca juga: Waspada Ejakulasi Tertunda, Bisa Kurangi Kualitas Bercinta

Pencegahan

Kabar baiknya, ada berbagai langkah yang bisa dilakukan para pria untuk mencegah impotensi.

Namun, cara terbaik untuk mencegah disfungsi ereksi adalah dengan mengubah gaya hidup lebih sehat dan mengelola kondisi kesehatan seperti berikut:

  • Berkonsultasi dengan dokter untuk pemilik penyakit diabetes, penyakit jantung atau kondisi kesehatan kronis lainnya
  • Kunjungi dokter untuk pemeriksaan rutin dan tes skrining medis
  • Berhenti merokok, batasi atau hindari alkohol, dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang
  • Berolahraga secara teratur
  • Melakukan manajemen stres
  • Meminta bantuan psikolog atau ahli jiwa untuk mengatasi kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya

Pengobatan

Melansir SehatQ, dokter biasanya merekomendasikan beberapa cara berikut untuk mengatasi impotensi. Antara lain:

  • Obat impotensi oral seperti Viagra atau Cialis yang digunakan untuk membantu mencapai atau mempertahankan ereksi. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki penyakit jantung.
  • Memperbaiki gaya hidup dengan berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, berolahraga minimal 2 kali seminggu, menjaga berat badan yang sehat, dan menghindari konsumsi narkoba.
  • Melakukan meditasi atau terapi untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Ganda
Rahim Ganda
PENYAKIT
Penis Bengkak
Penis Bengkak
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.