Kompas.com - 29/01/2020, 14:06 WIB


KOMPAS.com – Masyarakat yang bermukim jauh dari bandara maupun pelabuhan internasional dirasa tetap perlu meningkatkan kewasapadaan terhadap infeksi virus corona baru atau 2019-nCov.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P (K) saat menjadi narasumber dalam Talkshow "Kesiapan RSUD Dr. Moewardi Menghadapi Corona Virus Jenis Baru" yang ditayangkan secara live streaming di media sosial rumah sakit, Selasa (28/1/2020).

Penularan virus corona cepat

Menurut dia, penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China tersebut tergolong cepat.

Baca juga: Berapa Tinggi Demam yang Jadi Gejala Virus Corona? Ini Kata Dokter

Penyebarannya bahkan lebih cepat dibanding Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) maupun Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS).

“Semua harus waspada, apalagi ada di antara mereka yang mengeluh demam tinggi,” terang Jatu.

Jatu menyampaikan rasio angka kematian akibat virus corona memang tergolong rendah atau lebih rendah dibanding MERS maupun SARS.

Hingga Selasa pagi, tingkat kematian akibat virus corona yakni terdeteksi sekitar 2 persen dibanding total yang terinfeksi.

Sementara presentase kematian MERS atau SARS dibanding jumlah orang yang terinfeksi jauh dari angka itu.

Kondisi itulah yang akhirnya membuat kasus Wuhan coronavirus dianggap menjadi masalah yang lebih besar.

“Penularan corona virus mulanya dari hewan ke manusia. Kemudian kini bisa dengan mudah menular dari manusia ke manusia,” jelas Jatu.

Baca juga: Cara Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona

Kewaspadaan

Jatu menyampaikan kewaspadaan terhadap infeksi Wuhan coronavirus patut dilakukan oleh semua pihak, termasuk penyediaan layanan kesehatan dan individu masyarakat masing-masing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.