Kompas.com - 30/01/2020, 06:02 WIB

KOMPAS.com - Memasang alarm demi bangun di pagi hari sudah menjadi cara banyak orang. Namun, meski mata sudah terbangun di pagi hari tubuh rasanya tak ingin berpisah dari tempat tidur.

Alhasil, kita memutuskan untuk rebahan terlebih dahulu tanpa terasa waktu sudah berlalu hingga berjam-jam sejak alarm pagi berbunyi.

Jika kondisi tersebut sering Anda alami, bisa jadi Anda mengalami Dysania.

Baca juga: #SabtuRebahan Trending, Kenali Manfaat Baik Rebahan di Akhir Pekan

Melansir Hello Sehat, dysania adalah kondisi yang menggambarkan seseorang yang kesulitan bangun dari tempat tidur.

Walaupun mereka sudah bangun dengan mata terbuka lebar, keinginan untuk berada di kasur bisa sangat kuat sehingga butuh waktu 2 jam atau lebih agar bisa meninggalkan kasur.

Meskipun gejala khas depresi, seperti kesedihan atau keputusasaan, mudah dikenali, ada gejala yang mungkin kurang terlihat.

Bukan karena pemalas, mereka yang menderita dysania bahkan bisa bertahan di tempat tidur selama berhari-hari.

Mereka juga merasakan keinginan kuat untuk kembali ke kasur meski telah mencoba untuk bangun. Akibatnya, mereka sulit bangun pag dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, apa penyebab dysania?

Dalam dunia medis, dusania sebenarnya bukan suatu penyakit melainkan kumpulan dari gejala. Melansir WebMD, mereka yang menderita dysania biasanya mengalami salah satu dari gangguan berikut ini:

  • Depresi: Depresi adalah gangguan suasana hati yang dapat menyebabkan kesedihan, kehilangan energi, dan kelelahan.
  • Sindrom kelelahan kronus: Orang dengan sindrom kelelahan kronis merasakan episode kelelahan ekstrem yang berlangsung lama dan tidak dapat diatasi dengan istirahat. Mereka bahkan tidak dapat meninggalkan tempat tidur.
  • Fibromyalgia: Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang meluas, masalah ingatan, dan perubahan suasana hati. Penyakit ini juga bisa membuat Anda merasa lelah.
  • Sleep apnea: Ini terjadi ketika sesuatu mengganggu pernapasan saat Anda tidur dan dapat menyebabkan energi melemah dan memicu kantuk di siang hari.
  • Anemia: Ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat, tingkat energi Anda bisa turun.
  • Gangguan tiroid: Kelenjar tiroid yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya bisa memicu rasa lemas.
  • Diabetes: Kadar gula darah yang tinggi dapat membakar energi.
  • Sindrom kaki gelisah: Gangguan ini menyebabkan kit menggerakkan kaki saat sedang istirahat.
  • Penyakit jantung: Masalah jantung bisa membuat Anda lebih lelah dari biasanya.
  • Gangguan tidur: Kondisi tidur tertentu, seperti insomnia atau narkolepsi, dapat membuatnya sulit untuk bangun di pagi hari.

Cara mengatasi

Dysania adalah gejala serius dari suatu penyakit tertentu. Untuk mengobatinya, kita perlu menemukan dan mengatasi akar penyebabnya.

Jika kondisi dysania mengganggu aktivitas dan berlangsung dalam waktu lama, segera temui dokter.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.