Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta Medis Ketindihan, Bukan karena Makhluk Halus

Kompas.com - 31/01/2020, 17:03 WIB
Ariska Puspita Anggraini,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pernakah Anda mengalami sesak napas saat tidur atau tiba-tiba merasa lumpuh sesaat ketika hendak tidur atau terbangun?

Fenomena ini di Indonesia kerap disebut sebagai ketindihan.

Menurut mitos yang beredar, ketindihan disebabkan oleh gangguan mahkhluk halus yang berkeliaran di sekitar kita.

Namun, sebenarnya, fenomena tersebut ternyata diakui secara resmi dalam dunia medis.

Baca juga: Ketindihan dan Melihat Hantu Saat Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ya, ketindihan dalam dunia medis disebut dengan sleep paralysis dan bukan disebabkan oleh gangguan makhluk halus.

Melansir laman Medical News, sleep paralysis adalah salah satu jenis parasomnia atau gangguan tidur yang membuat kita mengalami kejadian yang tidak diinginkan saat baru tertidur, sudah terlelap, atau saat terbangun dari tidur.

Menurut laman Sleep Foundation, hal semacam ini kerpa terjadi pada mereka yang memiliki masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan stres pasca-trauma, atau gangguan panik.

Mereka yang kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur juga bisa mengalami sleep paralysis.

Lalu, apa penyebabnya?

Melansir SehatQ, sleep paralysis terjadi sebenarnya terjadi karena mekanisme otak dan tubuh menjadi tumpang tindih.

Biasanya, hal tersebut berlangsung saat kita berada di tengah siklus tidur REM (Rapid Eye Movement).

Ketika seseorang dalam fase tidur REM, otak akan mengirim sinyal GABA dan Glycine untuk membuat otot tidak bergerak selama bermimpi.

Hal ini penting agar seseorang tidak bergerak atau melukai diri sendiri ketika bermimpi.

Baca juga: Ketindihan Saat Tidur, Fenomena Apakah Ini Menurut Sains?

Namun, mekanisme otak dan tubuh yang tumpang tindih membuat seseorang terbangun dari siklus tidur REM. Padahal, tubuh masih dalam kondisi setengah tidur ketika kita terbangun dari siklus tidur REM.

Itulah mengapa saat ketindihan, seseorang merasa sulit bernapas, tubuh kaku, hingga tak bisa berbicara.

Bagaimana cara mencegah ketindihan?

Ketindihan saat tidur bukanlah hal yang berbahaya namun bisa menimbulkan hal traumatis dan merusak pola tidur pada beberapa orang. Untuk mencehah ketindihan, berikut tipsnya:

  • Tidur yang cukup
  • Jadwalkan waktu tidur dan bangun secara teratur setiap harinya
  • Buat kamar tidur senyaman mungkin dengan pencahayaan redup
  • Jangan menonton televisi atau menggunakan gadget minimal 30 menit sebelum tidur
  • Hindari mengonsumsi makanan berat, merokok, atau minum kopi dan alkohol sebelum tidur
  • Olahraga ringan namun hindari berolahraga empat jam sebelum tidur

Bila gangguan tidur sleep paralysis yang dialami sulit diatasi dengan cara-cara cepat tidur di atas, maka konsultasikan dengan psikiater atau psikolog.

Bisa jadi, ketindihan yang biasa kita alami disebabkan karena adanya gangguan tidur atay gangguan kesehatan mental.

Baca juga: Ketindihan Saat Tidur Bukan Kejadian Supranatural, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau