Apakah Kanker Terasa Nyeri?

Kompas.com - 05/02/2020, 06:02 WIB
Ilustrasi nyeri punggung. ShutterstockIlustrasi nyeri punggung.

 

KOMPAS.com - Secara umum hampir semua kanker menimbulkan gejala nyeri, terutama jika sel kankernya telah menyebar luas.

Sebagian besar nyeri kanker disebabkan oleh tumor yang menekan tulang, saraf, atau organ lain di dalam tubuh.

Terkadang rasa sakit juga disebabkan oleh perawatan kanker yang diderita. Misalnya, beberapa obat kemoterapi bisa menyebabkan mati rasa hingga kesemutan di tangan dan kaki pengidap kanker.

Baca juga: Kenali 5 Faktor Risiko Kanker Sebelum Terlambat

 

Bukan hanya itu, pengobatan kanker juga dapat menyebabkan sensasi terbakar di bagian tubuh yang disuntikan obat. Sementara, radioterapi bisa menyebabkan kemerahan dan iritasi kulit.

Tingkatan nyeri kanker

Cancer Research UK membagi nyeri kanker menjadi dua tingkatan, yakni nyeri akut dan nyeri kronis. Berikut perbedaannya:

1. Nyeri akut

Nyeri akut disebabkan oleh kerusakan yang disebabkan oleh cedera dan cenderung hanya berlangsung singkat. Misalnya, menjalani operasi dapat menyebabkan nyeri akut.

Rasa sakit tersebut bisa hilang saat lukanya sembuh. Nyeri akut juga dapat terkendali setelah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

2. Nyeri kronis

Nyeri kronis disebabkan oleh perubahan pada saraf. Perubahan saraf mungkin karena kanker menekan saraf atau karena bahan kimia yang diproduksi oleh tumor.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X