Kompas.com - 12/02/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi Narkoba KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Narkoba

KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam laman resminnya mendefinisikan narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya) adalah zat atau obat yang dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara, dalam Undang-undang (UU) No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dijelaskan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Baca juga: Mengapa Banyak Figur Publik dan Selebritas Kecanduan Narkoba?

Pemanfaatan narkoba pada mulanya digunakan sebagai penghilang trasa nyeri serta memberikan ketenangan. Namun pada praktiknya, obat-obatan tersebut kerap disalahgunakan sehingga bisa memberikan dampak buruk kesehatan bagi setiap orang yang mengonsumsinya.

Jenis-jenis narkoba

Menurut UU tentang Narkotika, nakotika dapat dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan risiko ketergantungannya.

1. Narkotika golongan 1

Narkotika golongan 1, seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter.

Sedikinya ada 85 jenis obat yang termasuk narkotika golongan 2, beberapa diantaranya yakni morfin dan alfaprodina.

Narkotrika golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

3. Narkotika Golongan 3

Narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Jika didasarkan pada bahan pembuatnya, narkotika juga dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni:

1. Narkotika sintetis

Narkotika sintetis didapatkan dari proses pengolahan yang rumit.

Jenis narkoba ini diketahui sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian.

Contoh dari narkotika bersifat sintetis, yaitu:

  • Amfetamin
  • Metadon
  • Hindeksamfetamin

2. Narkotika semi sintetis

Narkoba jenis ini diolah menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya.

Baca juga: Medina Zein Disebut Konsumsi Narkoba Jenis Amfetamin, Obat Apa Itu?

Contoh narkotika semi sintetis adalah:

  • Morfin
  • Heroin
  • Kodein

3. Narkotika alami

Ganja dan koka menjadi contoh dari narkotika yang bersifat alami. Narkoba jenis ini diketahui langsung bisa digunakan melalui proses sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat.

Jika disalahgunakan, narkoba alami bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya, yakni bisa berakibat fatal berupa kematian.

Bahaya konsumsi narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan.

Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut disinyalir membuat jumlah pengguna narkoba semakin meningkat.

Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja penggunakaan narkoba harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter.

Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya yakni:

1. Dehidrasi

Penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan.

Jika efek ini terus terjadi, tubuh bisa mengalami kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada.

Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

2. Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja.

Bukan hanya itu, konsumsi ganja dalam dosis berlebih bisa juga menyebabkan muntah, mual, rasa takut, serta gangguan kecemasan.

Baca juga: 7 Cara Cegah Kanker Sebelum Terlambat

Apabila pemakaian berlangsung lama, narkoba ini bahkan bisa menyebabkan gangguan mental, depresi, serta kecemasan yang berlarut.

3. Menurunnya tingkat kesadaran

Pemakaian narkoba dalam dosis yang berlebih juga bisa menimbulkan efek tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran menjadi berkurang drastis.

Dalam temuan beberapa kasus, pemakai narkoba bisa tidur terus dan tidak bangun-bangun.

Hilangnya kesadaran tersebut jelas sangat berisiko membuat koordinasi tubuh terganggu, menjadi sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku.

Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

4. Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk bisa terjadi jika sang pemakai mengonsumsi obat-obatan tersebut dalam dosis terlalu tinggi atau overdosis.

Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain diketahui bisa menyebabkan tubuh menjadi kejang-kejang.

Sementara apabila hal itu dibiarkan, nyawa sang pemakai narkoba bisa saja melayang atau dapat menimbulkan kematian.

5. Gangguan kualitas hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, tetapi bisa juga mempengaruhi kualitas hidup.

Sebagai contoh, pemakai narkoba sangat mungkin akan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat bekerja, menderita masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

BBN telah menegaskan pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian.

Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Narkoba yang ada malah menjadikan kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan dapat memicu kematian.

Oleh sebab itu, siapa saja dianjurkan untuk tidak coba-coba memakai barang berbahaya tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.