Kompas.com - 25/03/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi anatomi organ reproduksi pria mynewyorkminute.orgIlustrasi anatomi organ reproduksi pria

KOMPAS.com – Masalah seksualitas selalu menarik untuk dibahas karena menyangkut tata nilai kehidupan manusia yang lebih tinggi.

Pada manusia, hubungan seks ditujukan untuk dapat mempertahankan keturunan dan juga kenikmatan.

Hal itu berbeda dengan binatang, di mana seks hanya untuk kepentingan mempertahankan generasi atau keturunan dan dilakukan pada musim tertentu serta berdasarkan dorongan insting.

Baca juga: Mengenal Alat Reproduksi Wanita

Seksualitas pada manusia lebih jauh berkaitan dengan masalah biologis, fisiologis, psikologis, sosial, dan juga norma yang berlaku.

Terkait masalah seksualitas ini, salah satu hal yang kiranya perlu dipahami yakni mengenai alat reproduksi dan aktivitas seksual pria.

Melansir Buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2 (2009) karya dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG, secara umum alat reproduksi pria hampir selurunya berada di luar.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengenal Alat Reproduksi dan Aktivitas Seksual Pria
Berikut ini penjelasan mengenai berbagai bagian tubuh yang termasuk alat reproduksi pria dan kegunaannya.
Bagikan artikel ini melalui

Berikut ini bagian-bagiannya:

1. Penis

Penis adalah jaringan erektil yang berfungsi untuk deposit sperma dalam hubungan seksual sehingga dapat ditampung dalam liang senggama.

Struktur anatomi penis, yakni terdapat bagian yang disebut kapernus yang dapat membesarkan dan memberi keteganggan pada alat reproduksi tersebut.

Baca juga: Jangan Salah Paham, Kenali 7 Fakta tentang Penis Berikut

2. Testis

Testis atau bisa juga disebut buah zakar berada di luar yang dibungkus dengan skrotum yang longgar.

Testis adalah alat penting untuk membentuk hormon testosteron dan spermatozoa, yaitu bibit pria dalam jumlah besar.

Spermatozoa yang sudah dibentuk kemudian disimpan di saluran testis.

Kulit skrotum yang longgar digunakan untuk mengatus suhu sehingga panas di sekitar spermatozoa relatif tetap.

Hal ini penting karena spermatozoa tidak tahan panas dan juga tidak tahan dengan suhu tubuh terlalu dingin.

3. Epididimis

Epididimis merupakan saluran dengan panjang sekitar 45-50 cm yang menjadi tempat bertumbuh dan berkembangnya spermatozoa sehingga siap untuk melakukan pembuahan.

4. Kelenjar prostat

Kelenjar prostat adalah pembentuk cairan yang akan bersama-sama keluar saat ejakuasi dalam hubungan seksual.

Kelenjar ini berada di bagian dalam dan berfungsi membentuk cairan pendukung spermatozoa.

5. Vas deferens

Vas deferens adalah kelanjutan dari saluran epididimis yang dapat diraba dari luar.

Saluran inilah yang dipotong dan ditutup ketika pria melakukan kontrasepsi mantap sehingga tidak mungkin terjadi kehamilan pada pasangan.

Baca juga: Benarkah Pria Gemuk Cenderung Punya Penis Kecil?

Pria berperan aktif memberi rangsangan

Sistem hormonal pria yang kompleks sama dengan wanita. Tetapi tetap saja ada beberapa hal yang berbeda, yakni pada:

  • Sistem hubungan pancaindra
  • Pusat pubertas inhibitor
  • Hipotalamus
  • Hipofise
  • Kelenjar testis

Secara singkat, dalam berhubungan seks, pria berperanan aktif untuk memberi rangsangan sehingga dapat menimbulkan keinginan seks pada wanita.

Rangsangan dapat berbentuk sentuhan halus di daerah erogen.

Dengan melakukan sentuhan halus, sebagian besar pria telah juga menimbulkan keinginan seks pada dirinya sendiri.

Dalam Buku Kehamilan (2019) karya Dr. Ayustawati, PhD, apabila senggama dilakukan tepat pada saat usia subur, beberapa sperma normalnya bisa berenang mencapai sel telur yang sudah matang di bagian tuba falopi.

Tapi, biasanya hanya ada satu sperma yang bisa menembus dinding sel telur dan membuahinya.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Gatal pada Penis

Angka kesuburan pria mulai paling optimal mulai dari masa pubertas hingga usia di bawah 40 tahun.

Kemampuan reproduksi itu kemudian pelan-pelan menurun pada saat pria mencapai usia lebih dari 40 tahun sehingga keberhasilan kehamilan bisa menjadi lebih rendah.

Bahkan, bayi yang lahir dari ayah yang usianya di atas 40 tahun diketahui memiliki risiko lebih tinggi menderita masalah, seperti:

  • Kelainan mental seperti autism
  • Schizophrenia atau kesehatan mental


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.