Kompas.com - 25/03/2020, 17:59 WIB
Ilustrasi TBC, tuberkulosis ShutterstockIlustrasi TBC, tuberkulosis

KOMPAS.com - Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit ini dapat menular lewat percikan dahak atau bersin (droplet) dari penderita TBC.

Begitu kuman masuk ke saluran pernapasan, bakteri biang TBC akan mengendap di paru-paru, usus, atau kelenjar getah bening selama dua minggu.

Baca juga: Mengapa Penderita TBC Mengalami Penurunan Berat Badan?

Saat daya tahan tubuh melemah, bakteri TBC yang sebelumnya tinggal di sekitar paru-paru dapat menyebar ke luar organ vital tersebut.

Sehingga, kuman TBC juga bisa menginfeksi mata, saluran pernapasan, usus, ginjal, kelenjar getah bening, sampai ke tulang.

Ciri-ciri TBC tulang

Dokter spesialis bedah orthopedi dan traumatologi RS Orthopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dr. R. Andhi Prijosedjati, SpOT (K) menjelaskan, tulang belakang paling rawan terinfeksi TBC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hampir 90 penyebab infeksi tulang belakang adalah kuman TBC," jelas Andhi, seperti dilansir laman resmi Ditjen Yankes Kemenkes.

Tak hanya tulang belakang, TBC tulang juga dapat menyerang pinggul, lutut, kaki, siku, tangan, dan bahu.

Keluhan awal pasien TBC tulang adalah timbulnya rasa sakit di punggung.

Baca juga: Ciri-ciri Demam, Batuk, Sesak Napas pada Infeksi Virus Corona

Selain itu, gejala penyakit TBC tulang hampir sama dengan gejala yang dirasakan pasien TBC lainnya. Yakni:

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X