Kompas.com - 02/07/2020, 13:34 WIB

KOMPAS.com - Melihat hasil tes kehamilan positif merupakan kabar gembira yang ditunggu oleh banyak pasangan. Tapi, hal ini bisa menjadi kabar buruk ketika Anda didiagnosis mengalami hamil anggur.

Pasalnya, hamil anggur merupakan salah satu jenis kehamilan abnormal.

Pada kondisi ini, kantung kehamilan tidak terbentuk dengan benar dalam rahim. Akibatnya, janin tidak berkembang.

Baca juga: 4 Penyebab Umum Keguguran yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Hamil anggur sendiri merupakan jenis kelainan plasenta yang disebabkan oleh masalah genetik ketika sel telur bertemu dengan sperma saat pembuahan.

Akibat masalah genetik tersebut, terjadi pertumbuhan jaringan abnormal dalam rahim.

Jaringan tersebut memiliki penampilan kumpulan sel yang besar dan acak seperti anggur. Inilah mengapa kondisi tersebut kerap disebut dengan hamil anggur.

Kondisi yang juga dikenal sebagai mola hidatidosa ini merupakan hal langka dan hanya terjadi pada 1 dari 1.000 kehamilan.

Hamil anggur dapat mengarah pada komplikasi serius. Dalam beberapa kasus, hamil anggur bisa membentuk kanker yang langka.

Inilah mengapa kehamilan anggur harus mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Penyebab Hamil Anggur

Merasa sedih setelah divonis mengalami hamil anggur adalah hal yang wajar. Meski begitu, kehamilan anggur bukanlah salah Anda atau pasangan Anda.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.