Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/08/2020, 12:00 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

KOMPAS.com - Tuberkulosis atau juga kerap disingkat dengan TB merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia.

Kabar buruknya, penyakit ini juga cukup banyak menginfeksi orang Indonesia. Bahkan, TB disebut sebagai infeksi penyebab kematian nomor satu di tanah air.

Tuberkulosis sendiri adalah penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Baca juga: Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Tuberkulosis (TB)

Umumnya bakteri ini menyerang paru-paru.

Namun, tidak menutup kemungkinan bakteri ini bisa menyerang bagian tubuh lainnya. Salah satunya kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening sendiri adalah sebuah sistem jaringan yang terletak di leher, ketiak, dan selangkangan.

Fungsinya antara lain menjaga kekebalan tubuh manusia. Dilansir dari Hello Sehat, jika bagian ini mengalami infeksi maka berisiko terjadi pembengkakan atau munculnya benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Tak hanya muncul benjolan, kekebalan tubuh juga akan melemah cukup drastis akibat infeksi yang terjadi di kelenjar getah bening.

Meski disebabkan oleh bakteri yang sama, TB kelenjar berbeda dengan TB paru.

Selama ini kita mengenal TB paru sebagai penyakit yang ditularkan melalui udara. Tapi berbeda halnya dengan TB kelenjar.

Irwin Ziment, dokter spesialis penyakit dalam dari University of California, Los Angeles (UCLA) menjelaskan bakteri yang menginfeksi pada TB kelenjar getah bening tidak akan "terdorong" keluar lewat batuk atau bersin layaknya bakteri yang bersarang di saluran pernapasan.

Meski begitu, hal tersebut mengurangi tingkat bahaya dari TB kelenjar.

Untuk itu, kita perlu waspada dengan mengenali gejala-gejalanya.

Baca juga: Beda Gejala Tuberkulosis pada Anak-anak dan Orang Dewasa

TB kelenjar getah bening memiliki gejala berbeda-beda.

Beberapa gejala yang mungkin timbul akibat infeksi TB di kelenjar getah bening adalah:

  • Muncul benjolan di leher bagian depan, tepatnya di bawah rahang.
  • Benjolan juga bisa terjadi di selangkangan atau ketiak, meski jarang ada laporan mengenai hal ini.
  • Benjolan mulanya kecil dan tidak terasa sakit, tapi lama kelamaan bisa membesar dan kulit di sekitarnya akan kemerahan.
  • Beberapa orang melaporkan rasa nyeri di sekitar benjolan.

Perlu diingat pula, untuk beberapa kasus, gejala TB kelenjar getah bening tidak terdeteksi meski bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Padahal, penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal. Untuk itu, ketika muncul benjolan di beberapa lokasi tadi, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau