Berapa Hari Sekali Kita Harus Keramas?

Kompas.com - 09/08/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

KOMPAS.com - Indonesia dengan iklim tropis dan tingkat kelembapannya yang cukup tinggi membuat kita sering gerah. Tak hanya di badan, rambut pun juga terkena imbas dari hal ini.

Sering kali kita merasa rambut menjadi lepek karena keringat atau minyak.

Kondisi ini membuat beberapa orang memutuskan keramas setiap hari. Tapi, keramas setiap hari juga memunculkan ketakutan bahwa rambut akan cepat rusak.

Baca juga: 5 Efek Buruk Malas Mandi Lebih dari 2 Hari bagi Tubuh

Jika tidak keramas setiap hari, terkadang rambut terasa lebih berminyak namun kadang juga terlihat sehat meski tidak keramas beberapa hari.

Hal ini sering kali membuat frustasi. Bahkan, dalam pencarian google, seberapa sering kita seharusnya keramas juga menjadi hal paling banyak ditanyakan.

Salah satu alasan mengapa Anda harus sering keramas adalah rambut Anda mirip seperti wajah yang mudah berminyak.

Kedua bagian tubuh ini memiliki kelenjar di kulit menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum. Sebum itulah yang melembabkan rambut dan menjaganya agar tidak kering.

Sayangnya, setiap hari kita menghasilkan sebum dalam jumlah yang berbeda. Genetika dan hormon mempengaruhi seberapa banyak sebum yang dihasilkan kelenjar tersebut pada waktu tertentu.

Lalu seberapa sering seharusnya kita keramas?

Menurut Paradi Mirmirani, dokter kulit di Kaiser Permanente, AS seberapa sering kita perlu keramas berbeda untuk setiap orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X