Kompas.com - 09/08/2020, 21:02 WIB
Ilustrasi sperma EraxionIlustrasi sperma

KOMPAS.com - Sperma umumnya berupa cairan kental berwarna keputihan.

Namun, beberapa kondisi dapat mengubah kekentalan cairan yang dikeluarkan pria saat ejakulasi menjadi lebih encer.

Air mani atau sperma encer yang hanya terjadi sesekali umumnya bukan masalah kesehatan serius.

Namun, apabila sperma encer terjadi berulang kali dalam waktu yang lama, kondisi tersebut bisa jadi tanda masalah kesuburan.

Baca juga: Awas, Ini Risiko Pakai Masker Sperma untuk Menyembuhkan Jerawat

Penyebab sperma encer

Melansir Healthline, terdapat beberapa penyebab sperma encer, di antaranya:

  • Jumlah sperma sedikit atau oligospermia

Jumlah sperma kurang dari 15 juta sperma per milileter diangap di bawah normal.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi
Sperma encer umumnya dapat diatasi dengan beragam perawatan dan perubahan gaya hidup. Berikut beragam penyebab dan cara mengatasi sperma encer.
Bagikan artikel ini melalui

Sperma bisa sedikit karena pembengkakan pembuluh darah testis, infeksi menular seksual, tumor, ketidakseimbangan hormon, sampai masalah ejakulasi

  • Sering ejakulasi

Ejakulasi yang terlalu sering bisa menyebabkan produksi air mani encer.

Jika pria ejakulasi selama beberapa kali sehari, kualitas air mani umumnya akan berubah dari kental menjadi lebih encer.

Tubuh prua membutuhkan waktu beberapa jam untuk menghasilkan air mani yang normal dan sehat kembali.

Baca juga: Berapa Lama Sperma Mampu Bertahan di Dalam Rahim?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kulit Belang
Kulit Belang
PENYAKIT
Lidah Bengkak
Lidah Bengkak
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.