10 Penyakit yang Ditandai dengan Kelelahan

Kompas.com - 12/01/2021, 20:08 WIB
Ilustrasi lelah shutterstockIlustrasi lelah

KOMPAS.com - Sering merasa lelah bisa menjadi tanda atau gejala dari suatu penyakit.

Faktanya, penyakit serius apa pun, seperti kanker atau stroke, maupun proses pemulihan dari perawatan medis tertentu dapat membuat seseorang menjadi mudah merasa lelah.

Beberapa penyakit lain juga bisa membuat seseorang merasa “terhanyut” mengalami kelelahan.

Baca juga: 11 Penyebab Tubuh Selalu Merasa Lelah yang Baik Diantisipasi

Berikut ini adalah beragam kondisi medis yang diketahui dapat menyebabkan rasa lelah biasa maupun kelelahan, yakni rasa lelah yang sering kali membebani dan tidak bisa diatasi dengan tidur atau istirahat:

1. Anemia

Melansir NHS, salah satu alasan medis paling umum untuk merasa terus-menerus lelah adalah anemia defisiensi besi.

Wanita dengan menstruasi berat dan wanita hamil sangat rentan terhadap anemia.

Tapi, anemia juga bisa menyerang pria dan wanita pascamenopause.

Penyebab anemia pada pria dan wanita pascamenopause biasanya adalah adanya masalah dengan perut dan usus, seperti maag atau mengonsumsi obat antiinflamasi non steroid (NSAID).

Ketika mengalami anemia, seseorang sering kali merasa tidak bisa diganggu untuk melakukan apa pun, otot terasa berat, dan cepat lelah.

Di sisi lain, terlalu banyak zat besi juga dapat menyebabkan kelelahan, yang dikenal sebagai gangguan kelebihan zat besi (hemokromatosis).

Hemokromatosis adalah kondisi bawaan yang relatif jarang terjadi yang memengaruhi pria dan wanita berusia 30-60 tahun.

Baca juga: 10 Gejala Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diketahui

2. Sleep apnea

Sleep apnea adalah suatu kondisi di mana tenggorokan menyempit atau menutup saat tidur dan berulang kali mengganggu pernapasan.

Hal ini menyebabkan dengkuran keras dan penurunan kadar oksigen dalam darah.

Kesulitan bernafas berarti sering terbangun di malam hari dan merasa kelelahan keesokan harinya.

Sleep apnea paling umum terjadi pada pria paruh baya yang kelebihan berat badan.

Minum alkohol dan merokok memperburuk keadaan.

Baca juga: 9 Gejala Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Bisa Picu Serangan Jantung

3. Kelenjar tiroid kurang aktif

Kelenjar tiroid yang kurang aktif berarti seseorang memiliki terlalu sedikit hormon tiroid (tiroksin) dalam tubuhnya. Kondisi yang dapat disebut sebagai hipotirodisme ini bisa membuat penderitanya merasa lelah.

Hipotirodisme juga cenderung menambah berat badan dan mengalami nyeri otot serta kulit kering.

Kelenjar tiroid kurang aktif paling umum terjadi pada wanita dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Dokter umum dapat mendiagnosis tiroid yang kurang aktif dengan melakukan tes darah.

4. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah penyakit seumur hidup yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan terhadap gluten.

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam roti, kue, dan sereal.

Gejala penyakit celiac selain mudah lelah atau kelelahan, yakni:

  • Diare
  • Kembung
  • Anemia
  • Penurunan berat badan

Baca juga: 4 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diwaspadai

Dokter umum dapat melakukan tes darah untuk memeriksa apakah Anda menderita penyakit celiac atau tidak.

5. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis atau dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis (ME) adalah kelelahan parah dan melumpuhkan yang berlangsung setidaknya selama 4 bulan.

Pada kondisi ini, mungkin ada gejala lain, seperti nyeri otot atau sendi.

6. Diabetes

Salah satu gejala utama diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah perasaan sangat lelah.

Gejala utama lainnya adalah:

  • Merasa sangat haus
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Penurunan berat badan

Bicaralah dengan dokter umum jika Anda merasa memiliki gejala diabetes.

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Diwaspadai

7. Demam kelenjar

Glandular fever atau demam kelenjar adalah infeksi virus umum yang menyebabkan kelelahan, bersamaan dengan demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar.

Kebanyakan kasus demam kelenjar terjadi pada remaja dan dewasa muda.

Gejala biasanya hilang dalam waktu 4 hingga 6 minggu, tetapi kelelahan bisa berlangsung selama beberapa bulan lagi.

8. Depresi

Melansir Medical News Today, selain membuat Anda merasa sangat sedih, depresi juga bisa membuat Anda merasa kehabisan energi.

Pasalnya, depresi bisa membuat Anda berhenti tidur atau membuat Anda bangun di pagi hari, yang membuat Anda merasa lebih lelah di siang hari.

9. Sindrom kaki gelisah

Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome adalah kondisi ketika Anda merasa sangat ingin menggerakkan kaki, yang dapat membuat Anda tetap terjaga di malam hari.

Baca juga: 9 Penyebab Telapak Tangan Gatal dan Cara Mengatasinya

Anda mungkin juga mengalami sensasi merangkak yang tidak menyenangkan atau sakit yang dalam di kaki Anda.

Atau, kaki Anda mungkin tersentak secara spontan sepanjang malam.

Apapun gejalanya, tidur Anda akan terganggu dan kualitasnya buruk, sehingga Anda akan merasa sangat lelah sepanjang hari.

10. Kecemasan

Merasa cemas terkadang sangat normal. Tetapi, beberapa orang memiliki perasaan cemas yang terus-menerus tak terkendali yang begitu kuat, sehingga memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Dokter menyebut ini gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD).

GAD adalah kondisi yang umum, memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.

Selain merasa khawatir dan mudah tersinggung, penderita GAD juga sering merasa lelah.

Baca juga: 10 Dampak Buruk Konsumsi Karbohidrat Berlebihan

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X