Kompas.com - 31/01/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi menggigil Shutterstock/fizkesIlustrasi menggigil

KOMPAS.com - Menggigil adalah cara alami tubuh meningkatkan suhu badan untuk melindungi organ agar tetap hangat dan melawan infeksi.

Menggigil umumnya disertai dengan demam. Tapi, ada juga orang yang menggigil tanpa demam.

Menggigil bukanlah penyakit. Melainkan suatu gejala penyakit atau kondisi medis tertentu.

Sebelum membahas cara mengatasi menggigil kedinginan, simak penyebab badan menggigil berikut.

Baca juga: 8 Penyebab Menggigil Tanpa Demam

Penyebab menggigil kedinginan

Melansir berbagai sumber, penyebab menggigil bisa berasal dari fisik, psikologis, atau kombinasi keduanya. Antara lain:

  • Kedinginan
  • Infeksi virus dan bakteri
  • Gula darah rendah
  • Reaksi emosional seperti saat stres, cemas, sampai sedih akut
  • Peradangan
  • Efek samping obat tertentu
  • Hipotiroid atau kelenjar tiroid kurang aktif

Baca juga: Mengapa Tubuh Menggigil Ketika Kedinginan?

Menggigil kedinginan sesekali dan berlangsung singkat umumnya wajar. Tapi, Anda perlu waspada jika menggigil kedinginan tak kunjung sembuh atau kerap kambuh.

Dokter umumnya dapat mengetahui penyebab pasti kondisi atau penyakit mendasar dengan melakukan pemeriksaan fisik.

Di beberapa kasus, dokter juga merekomendasikan pemeriksaan lanjutan dengan tes darah, rontgen, atau urine.

Baca juga: Penyebab Badan Tiba-tiba Menggigil Kedinginan

Cara mengatasi menggigil kedinginan

Terdapat beberapa cara mengatasi menggigil kedinginan yang bisa dijajal di rumah, antara lain:

  1. Minum banyak cairan agar tubuh tidak dehidrasi
  2. Banyak beristirahat
  3. Minum obat pereda nyeri atau penghilang rasa sakit
  4. Kompres dahi dengan lap hangat
  5. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak sesak
  6. Bila perlu pakai selimut yang cukup untuk membuat tubuh nyaman, hindari selimut berlapis-lapis
  7. Atur suhu ruangan agar tidak dingin

Apabila berbagai cara mengatasi menggigil kedinginan di atas sudah dicoba dan belum berhasil, segera konsultasikan ke dokter.

Terutama jika disertai gejala demam tinggi, susah bernapas, ingin pingsan, kejang, leher kaku, muncul ruam, detak jantung sangat cepat, dan demam berlangsung lebih dari lima hari.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X