Kompas.com - 29/05/2021, 17:03 WIB
Ilustrasi Penyakit autoimun. Ilustrasi Penyakit autoimun.

KOMPAS.com - Penyakit autoimun adalah istilah untuk menunjukkan lebih dari 100 macam gangguan sistem kekebalan tubuh.

Di antara ratusan penyakit autoimun, jenis yang cukup umum di antaranya diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, psoriasis, multiple sclerosis, lupus, graves disease, sjögren’s syndrome, sampai penyakit celiac.

Sebelum mengulas penyebab penyakit autoimun dan faktor risikonya, kenali lebih dulu apa itu penyakit autoimun.

Baca juga: Beragam Gejala Psoriasis, Penyakit Kronis yang Bikin Kulit Bersisik

Apa itu penyakit autoimun?

Penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan tubuh yang semestinya dilindungi.

Dilansir dari Healthline, sistem kekebalan yang normal biasanya melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, jamur, atau patogen berbahaya.

Ketika merasakan ada serangan kuman, sistem kekebalan akan mengirimkan pasukan tempur untuk menyerang zat asing tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biasanya, sistem kekebalan mampu dengan cermat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.

Namun, kondisi pada penyakit autoimun berbeda. Sistem kekebalan salah menganggap bagian tubuh sendiri sebagai zat asing.

Akibatnya, tubuh penderita autoimun melepaskan protein yang disebut antibodi untuk menyerang sel sehat.

Penyakit autoimun seperti diabetes hanya merusak satu organ yakni pankreas. Namun, penyakit autoimun seperti lupus bisa memengaruhi seluruh bagian tubuh.

Baca juga: Awas, Stres Bisa Picu Penyakit Kulit Kronis Psoriasis

Secara umum, gejala penyakit autoimun mirip dengan masalah kesehatan lainnya, antara lain:

  • Badan gampang lelah
  • Otot pegal
  • Beberapa bagian tubuh bengkak dan kemerahan
  • Demam ringan
  • Susah konsentrasi
  • Tangan dan kaki kerap mati rasa
  • Rambut rontok
  • Kulit ruam

Selain gejala di atas, ciri-ciri penyakit autoimun yang khas biasanya tergantung jenisnya. Diabetes tipe 1 jamak disertai gejala kerap haus, berat badan turun tanpa sebab jelas, dan badan gampang lemas.

Gejala penyakit autoimun di atas bisa kambuh dan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Graves’ Disease: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Apa penyebab penyakit autoimun?

Melansir Verywell Health, sejumlah ilmuwan hingga kini belum mengetahui dengan pasti penyebab penyakit autoimun.

Namun, sebagian besar bukti ilmiah menunjukkan, faktor genetika berperan penting dalam menyebabkan penyakit autoimun.

Selain itu, penyakit autoimun juga bisa terjadi karena kombinasi faktor lingkungan dan gaya hidup tak sehat, sampai infeksi. Berikut penjelasannya:

  • Faktor genetika

Ilmuwan menyimpulkan penyakit autoimun bisa terjadi karena faktor genetik karena tiga alasan.

Yakni, penderita penyakit autoimun keluarganya ada yang mengidap penyakit sejenis, penyakit autoimun menyerang populasi atau etnis tertentu, serta penelitian genom menunjukkan mutasi genetik spesifik jamak dialami penderita penyakit autoimun.

Baca juga: Bagaimana Virus Bisa Menyebar dan Menularkan Penyakit?

  • Faktor lingkungan dan gaya hidup tidak sehat

Para ahli sudah berhasil membuat rumusan penyebab penyakit autoimun bisa terjadi karena faktor genetik.

Namun, hingga kini mereka belum mampu menyimpulkan hubungan sebab akibat peranan faktor lingkungan dalam memicu penyakit autoimun.

Tapi, bukti epidemiologis menunjukkan faktor lingkungan dan gaya hidup berkontribusi dalam menyebabkan penyakit autoimun

Di antaranya infeksi seperti virus Epstein-Barr,  bahan kimia beracun seperti paparan asap rokok, serta faktor makanan misalkan karena konsumsi garam berlebihan.

Para peneliti sementara menyimpulkan, faktor lingkungan dan gaya hidup tak sehat bisa jadi penyebab penyakit autoimun karena mengganggu fungsi normal sistem kekebalan.

Seiring berjalannya waktu, tubuh yang kerap terpapar infeksi, bahan kimia beracun, atau garam berlebihan secara alami merespons dengan memproduksi antibodi pertahanan.

Baca juga: Bagaimana Vaksin Bisa Menangkal Penyakit?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ptosis
Ptosis
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
PENYAKIT
Asites
Asites
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.