Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/07/2021, 13:30 WIB
Galih Pangestu Jati

Penulis

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada peningkatan volume sampah dari fasilitas kesehatan, karantina mandiri, serta rumah tangga.

Pembuangan limbah medis yang aman dan efisien ini merupakan komponen penting dari upaya respons yang komprehensif.

Menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF), sampah yang dihasilkan di rumah dengan suspek Covid-19 atau pasien positif, seperti masker medis, sisa makanan dan pembungkus makanan, berpotensi menularkan virus corona kepada orang lain yang kontak dengan sampah tersebut.

Oleh karena itu, perlu penanganan khusus dalam mencegah penularan virus SARS-Cov-2 melalui limbah infeksius.

Baca juga: Apa itu Proning? Diklaim Bantu Meningkatkan Saturasi Oksigen Covid-19

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup telah membuat buku panduan yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah infeksius.

Limbah infeksius dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ringan yang ada di keluarga meliputi bekas alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, sisa makanan, dan lain sebagainya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah jenis ini.

  • APD, sarung tangan, masker dibalik setelah dipakai
  • Dirusak dengan cara digunting, kemudian dilipat
  • Disemprot dengan desinfektan
  • Masukkan dalam kantung sampah dan tutup rapat

Baca juga: Isolasi Mandiri Covid-19, Perlu Waktu Berapa Lama?

Untuk limbah seperti pembalut dan popok, ada cara tersendiri dalam pengelolaanya.

  • Buang tinja dan darah menstruasi ke jamban yang terhubung septik tank
  • Bungkus popok atau pembalut yang sudah dibersihkan dengan kertas bekas
  • Masukkan ke dalam kantong plastik khusus dan tutup rapat

Selain itu, dalam mengelola sampah sisa makanan pun perlu cara tersendiri, berikut langkah-langkahnya.

  • Masukkan sisa makanan/kemasan makanan ke dalam plastik khusus
  • Masukkan ke dalam tempat sampah dan tutup rapat

Perlu dicatat bahwa saat menangani limbah sampah di atas, seseorang harus mengenakan masker dan sarung tangan.

Di samping itu, seseorang harus segera cuci tangan pakai sabun dan mandi setelahnya.

Baca juga: Benarkah Covid-19 Dapat Meningkatkan Risiko Stroke?

Limbah infeksius ini tidak boleh dicampur dengan limbah rumah tangga lainnya dan usahakan menyemprot desinfektan sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com