Kompas.com - 04/07/2021, 10:31 WIB
Pengunjung meninggalkan toko usai memborong tisu toilet di Liverpool, Inggris, Senin (16/3/2020). Di tengah kepanikan wabah virus corona, selain kebutuhan pokok, tisu toilet menjadi salah satu barang yang paling diburu di banyak negara. AFP/PAUL ELLISPengunjung meninggalkan toko usai memborong tisu toilet di Liverpool, Inggris, Senin (16/3/2020). Di tengah kepanikan wabah virus corona, selain kebutuhan pokok, tisu toilet menjadi salah satu barang yang paling diburu di banyak negara.

KOMPAS.com - Panic buying adalah salah satu fenomena sosial yang berulang kali terjadi sepanjang pandemi Covid-19.

Panic buying adalah aksi memborong sesuatu karena takut atau khawatir tidak kebagian, harganya melambung, dan sebagainya.

Di awal pandemi, kita jamak melihat orang berbondong-bondong memborong masker dan hand sanitizer.

Baca juga: 8 Ciri-ciri Orang Kreatif Menurut Psikologi Positif

Setahun lebih berselang saat kurva kasus Covid-19 terus melonjak, giliran orang memborong beragam vitamin, obat, sampai susu.

Imbas sejumlah aksi borong tersebut membuat stok barang-barang buruan hilang di pasaran. Jika ada, harganya pun melambung tinggi.

Melansir BBC, kasus panic buying saat pandemi Covid-19 berbeda dengan aksi borong saat bencana alam.

Ketika menghadapi bencana alam seperti banjir atau selepas badai, orang masih punya pertimbangan logis ketika ingin membeli atau menyetok sesuatu.

Untuk kasus banjir misalnya, orang tergerak membeli banyak air mineral atau bahan pangan untuk persiapan krisis air bersih.

Lain halnya dengan pandemi Covid-19. Di tengah segala ketidakpastian, orang jadi memborong sesuatu dengan jumlah yang sangat besar, padahal belum tentu dibutuhkan.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Seseorang Susah Minta Maaf Menurut Psikologi

Ternyata, di balik aksi borong tersebut ada alasannya. Melansir Psychology Today, berikut beberapa alasan psikologi di balik panic buying saat pandemi Covid-19:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.