Kompas.com - 28/08/2021, 15:02 WIB
Ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memicu gagal jantung. SHUTTERSTOCK/Shine NuchaIlustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memicu gagal jantung.

KOMPAS.com – Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi dari biasanya.

Tekanan darah Anda bisa berubah sepanjang hari berdasarkan aktivitas Anda.

Memiliki pengukuran tekanan darah secara konsisten di atas normal dapat mengakibatkan diagnosis hipertensi.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

Menurut laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kondisi yang disebut hipertensi adalah ketika pembacaan tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.

Ketika didiagnosis mengalami hipertensi, seseorang harus dapat mengontrol tekanan darahnya ke ambang normal.

Jika dibiarkan begitu saja, darah tinggi bisa berkembang menjadi penyakit berbahaya dan mengancam jiwa. Ini termasuk penyakit jantung.

Semakin tinggi tingkat tekanan darah Anda, maka kian besar pula risiko yang Anda miliki untuk masalah kesehatan tersebut.

Bagamaimana darah tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung?

Dilansir dari Mayo Clinic, tekanan darah tinggi bisa merusak sel-sel lapisan dalam arteri Anda.

Ketika lemak dari makanan Anda memasuki aliran darah Anda, senyawa ini dapat terkumpul di arteri yang rusak dan membentuk plak.

Akibatnya, dinding arteri Anda bisa menjadi menyempit dan kurang elastis, sehingga membatasi aliran darah ke seluruh tubuh Anda.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Lansia?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.