Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/03/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Mengalami ambeien bisa membuat kita sangat tidak nyaman untuk duduk atau tidak tenang saat buang air besar kaambeienrena rasa sakit di daerah dubur.

Ambeien atau disebut juga sebagai wasir, adalah pembengkakan pembuluh darah di bagian bawah rektum dan anus.

Ambeien yang tidak ditangani dengan cepat, setelah beberapa lama dapat menyebabkan pembuluh darah pecah.

Baca juga: 12 Cara Mengobati Ambeien Setelah Melahirkan

Pecahnya pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan pendarahan saat kita buang air besar.

Mengutip WebMD, ambeien ini dibedakan menjadi 3, yaitu:

Ambeien dalam

Ambeien internal sangat jauh di dalam rektum, sehingga kita biasanya tidak dapat melihat atau merasakannya.

Gejalanya:

  • Muncul darah di kotoran
  • Terdapat jaringan yang menonjol di luar lubang anus (prolaps), yang biasanya dapat dengan kembut didorong ke dalam atau ke dalam dengan sendirinya.

Ambeien luar

Ambeien luar berada di bawah kulit sekitar anus, di mana ada lebih banyak saraf pengiinderaan rasa sakit.

Gejalanya:

  • Rasa sakit
  • Berdarah
  • Gatal
  • Pembengkakan.

Ambeien trombosis

Ambeien trombosis terjadi karena ada pembekuan darah, yang dapat mengubah ambeien eksternal menjadi ungu atau biru.

Gejalanya:

  • Sakit parah
  • Gatal
  • Berdarah.

Baca juga: 7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Pengobatan

Mengutip Buku "Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien" (2013) oleh Dr Ayustawati, pengobatan ambeien berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dari kondisi ambeien tersebut.

Pengobatan ambeien salah satunya bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi gejalanya, yang meliputi:

1. Berendam di air hangat terutama untuk bagian pantat

Untuk mengobati ambeien direkomendasikan bagian panatat direndam air hanagat sekurang-kurangnya 3 kali sehari, yang masing-masing 15-20 menit.

Manfaat dari berendam air hangat adalah untuk mengurangi pembengkakan dari ambeien.

Kemudian keringkan daerah anus dengan handuk lembut untuk mengurangi risiko iritasi kulit di sekitar anus.

2. Biasakan lebih banyak mengkonsumsi air dan makanan berserat

Mengkonsumsi lebih banyak air dan makanan berserat juga dapat mengobati ambeien karena dapat mengurangi risiko konstipasi atau susah buang air besar.

Buang air besar yang lancar bisa mengurangi peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah dengan ambeien.

Baca juga: 4 Gejala Ambeien pada Pria, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

3. Minum obat yang bisa melancarkan buang air besar

Bisa juga mengobati ambeien dengan minum obat pencahar, jika konstipasi belum bisa ditangani.

Terutama saat baru pertama mengubah pola makan.

Namun, hati-hati untuk menggunakan obat kategori ini. Sebaiknya ikuti petunjuk dokter dan jangan menggunakan terlalu banyak.

Sebab, berisiko memperparah ambeien.

4. Melakukan beberapa hal untuk mencegah ambeien lebih parah

Mengobati ambeien di rumah agar tidak semakian parah juga bisa dilakukan dengan melakukan beberapa hal ini, yaitu:

  • Tidak duduk terlalu lama
  • Olahraga teratur
  • Buang air besar segera saat ingin atau tidak menunda BAB, karena kotoran yang ditumpuk akan susah untuk dikeluarkan tanpa tekanan keras (yang dapat memperparah ambeien).

5. Menggunakan obat ambeien yang dijual bebas di apotek

Mengobati ambeien dengan menggunakan obat yang dijual bebas di apotek adalah cara lain untuk mengurangi gejalanya.

Bentuk obat bisa berupa salep yang dioleskan langsung ke daerah ambeien atau berupa pelet yang dimasukkan ke dalam melalui lubang anus.

Obat ini biasanya mengandung anti-peradangan untuk mengurangi pembengkakan.

Apabila kondisinya tidak membaik, meski telah melakukan pengobatan ambeien ala rumahan ini, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi.

Baca juga: 10 Penyebab Anus Berdarah, Tak Hanya Ambeien

Faktor risiko

Mengutip WebMD, terdapat sejumlah kondisi yang membuat seseorang memiliki faktor risiko mengalami ambeien, yaitu:

  • Riwayat keluarga: jika anggota keluarga mengalami ambeien, keturunannya berisiko mengalami hal yang sama.
  • Kebiasaan mengedan terlalu keras.
  • Sering mengangkat barang berat.
  • Berat badan ekstra, seperti obesitas.
  • Kehamilan: rahim yang berkembang, membuat menekan pembuluh darah.
  • Pola makan yang rendah serat.
  • Kebiasaan seks anal.
  • Menghabiskan waktu duduk berlama-lama.
  • Sembelit atau diare tak kunjung sembuh.

Baca juga: Ambeien Setelah Melahirkan, Apakah Bisa Sembuh Sendiri?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber WebMD
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+