Kompas.com - 28/09/2022, 18:48 WIB


KOMPAS.com- Fasilitas pengiriman obat resep ke rumah pasien semakin melengkapi konsultasi medis jarak jauh (telemedicine) yang digagas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Dengan demikian akses kesehatan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil.

Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby mengatakan, masyarakat di wilayah- wilayah 3T (daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal) belum bisa merasakan manfaat fasilitas kesehatan karena terkendala akses.

“Kendala akses ke fasilitas kesehatan ini dapat disebabkan oleh faktor geografis, transportasi atau ketidaktersediaan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui telemedicine, BPJS Kesehatan mencoba menjawab tantangan ini,” katanya dalam keterangan pers.

Karena faktor lokasi yang jauh dari pusat layanan kesehatan, biaya transportasi masih menjadi kendala masyarakat saat harus mengambil obat setelah berkonsultasi dengan dokter lewat telemedicine.

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan PBI, Iuran Dibayar Pemerintah

Bahkan, menurut Mahlil, biaya transportasi untuk mengambil obat bisa jadi lebih besar daripada iuran JKN per bulan.

“Contohnya, peserta JKN harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 40.000 untuk ke tempat pengambilan obat, yang berarti pulang pergi menjadi Rp 80.000, sedangkan iuran JKN kelas 3 hanya Rp 42.000 dengan skema pembayaran Rp 35.000 dibayar peserta JKN dan Rp 7.000 ditanggung pemerintah,” katanya.

Untuk mengatasi kendala distribusi obat, BPJS Kesehatan bermitra dengan layanan aplikasi kesehatan Good Doctor untuk menyediakan layanan pengiriman obat dalam uji coba telemedicine Jaminan Kesehatan Nasional.

Dalam uji coba ini, Good Doctor akan menyediakan fasilitas pengiriman obat gratis untuk pengiriman pertama ke 20 titik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan apotek di Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta Selatan, Tangerang, Tigaraksa, Cirebon, Cimahi, Sukabumi, Tegal, Yogyakarta, Surakarta, Pasuruan, Denpasar, dan Serang.

Obat akan dikirim langsung ke pintu rumah peserta JKN dalam waktu satu jam pada radius 5—8 km.

Baca juga: Cara Dapat Layanan Telemedicine di Jabar, Jateng, Jatim, dan Luar Jawa

“Saat ini Good Doctor telah bekerja sama dengan 2.500 apotek di Indonesia. Bahkan, 50%-nya merupakan apotek Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola pengusaha lokal. Pengantaran obat dilakukan oleh GrabExpress yang hingga saat ini telah menjangkau 100 kota,” kata Managing Director PT Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana.

Sejak 2020 BPJS Kesehatan telah melaksanakan uji coba telemedicine, namun uji coba itu tidak termasuk pengantaran obat. Peserta JKN sendiri yang harus mengambil obat ke apotek atau fasilitas kesehatan yang melayani.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.