Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/02/2025, 20:00 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

KOMPAS.com - Penyakit diabetes melitus umumnya dialami seseorang yang berusia di atas 40 tahun, tapi saat ini terjadi peningkatan global jumlah pengidap yang lebih muda. Gaya hidup tidak sehat jadi penyebab utamanya.

Diabetes melitus atau sering disebut diabetes tipe 2 adalah kondisi serius di mana produksi hormon insulin dari pankreas berkurang atau tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut dengan resistensi insulin, yaitu saat sel-sel di otot, lemak, dan liver, tidak merespon insulin.

Saat tubuh kekurangan insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah, maka gula darah tetap tinggi.

Diabetes melitus pada orang muda berdampak lebih agresif dibandingkan dengan orang yang tua. Walau begitu, dengan perawatan yang tepat bukan mustahil pengidap diabetes bisa hidup sehat dan terhindar dari komplikasi.

Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes Berpuasa? Dokter Jelaskan Syaratnya

Sebaliknya, jika tidak ditangani diabetes tipe 2 bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh karena tingginya kadar gula darah.

Faktor risiko diabetes

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap diabetes tipe 2. Karena pada awalnya penyakit ini sering tidak bergejala, banyak orang tidak sadar dirinya menderita penyakit ini (undignosed diabetes).

Pada usia kurang dari 40 tahun, proporsi undiagnosed diabetes terjadi sebesar enam kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang sudah mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit diabetes.

Oleh karena itu ketahui apa saja faktor risikonya dan lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, jika:

Baca juga: Lapar Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Diabetes Tidak Terkontrol

- Mengalami obesitas atau lingkar pinggang melebihi normal
- Ada faktor riwayat keluarga ada yang menderita diabetes tipe 2
- Pernah mengalami diabetes gestasional (kehamilan)
- Pola makan tidak sehat, banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta asupan berkalori tinggi.
- Berusia di atas 35 tahun

Memang ada faktor risiko yang tidak bisa diubah, seperti riwayat keluarga atau usia, tetapi penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak yang bisa kita lakukan untuk menurunkan risiko menderita penyakit diabetes.

Melakukan perubahan pola makan lebih sehat, menurunkan berat badan, dan juga bergerak lebih sering, terbukti bisa menurunkan risiko mengidap diabetes sampai 50 persen.

Gejala diabetes

Gejala diabetes tipe dua berkembang perlahan, bertahun-tahun. Gejalanya juga bisa berbeda-beda. Sebagian orang mungkin akan mengalami berbagai gejala diabetes, namun ada banyak yang memiliki hanya satu atau dua gejala ringan sehingga tidak menyadarinya.

Baca juga: Minuman Apa yang Menurunkan Gula Darah? Berikut 5 Daftarnya…

Berikut adalah beberapa gejala tersering yang perlu diwaspadai:

Halaman Berikutnya
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Detik-detik Serangan AS "Terangi" Yaman, Petinggi Houthi Jadi Sasaran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau