Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspadai Wabah Flu di Jepang, Lakukan Pencegahan Sebelum Liburan

Kompas.com - 21/02/2025, 16:00 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

KOMPAS.com - Jepang mencatat jumlah kasus influenza tertinggi yang dilaporkan sejak pencatatan kementerian dimulai pada tahun 1999. Pada akhir Desember 2024, rata-rata ada 64,39 pasien influenza per klinik.

Dikutip dari japantimes.co.jp, jumlah pasien flu meningkat di seluruh negeri, dengan 47 prefektur melaporkan peningkatan dari minggu sebelumnya. Jumlah kasus naik tiga kali lipat dibanding periode yang sama pada tahun 2023.

Dari bulan September hingga Desember, 11.800 pasien dirawat di rumah sakit karena flu di seluruh negeri, dengan mayoritas adalah pasien berusia di atas 60 tahun.

Seiring dengan terus bertambahnya kasus, Kementerian Kesehatan Jepang mendesak masyarakat untuk memakai masker dan mencuci tangan secara menyeluruh untuk mencegah infeksi.

Baca juga: Jepang Dilanda Influenza yang Bisa Sebabkan Pneumonia, Apakah Bisa Mewabah di Indonesia?

Pakar kesehatan menyarankan agar orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat sebaiknya menunda perjalanan ke daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus flu seperti Jepang. Imbauan itu antara lain disampaikan pakar kesehatan di Hong Kong, menyusul kematian aktris Taiwan Barbie Hsu yang tertular pneumonia saat liburan ke Jepang.

Tidak hanya Hong Kong, para dokter di Thailand pun juga menyarankan wisatawan asal Thailand untuk mempertimbangkan kembali rencana bepergian ke Jepang.

Dilansir dari VN Express, Dr. Jade Boonyawongwiroj, asisten direktur Rumah Sakit Maharat Nakhon Ratchasima, menggambarkan wabah influenza di Jepang pada level "parah", dengan rata-rata 66.132 kasus baru dilaporkan setiap hari selama 144 hari terakhir.

Pencegahan

Untuk mencegah penularan influenza, jika kamu berencana mengunjungi Jepang dalam waktu dekat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan.

Baca juga: Pasca-kematian Barbie Hsu, Permintaan Vaksin Flu di Taiwan Melonjak

Selain itu, selalu gunakan masker terutama ketika mengunjungi tempat-tempat ramai. Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun dan hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

Influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya demam, batuk, dan pilek yang mendadak.

Pada orang yang mempunyai kekebalan tubuh baik, influenza akan sembuh setelah 3 sampai 5 hari. Namun, pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang usia lanjut, orang berpenyakit kronik, serta ibu hamil, influenza dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Myanmar Umumkan Masa Berkabung Nasional 7 Hari Usai Gempa
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau