Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Kanker Anak Sedunia: Kemenkes Kenalkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak

Kompas.com - 21/02/2025, 05:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day), Kementerian Kesehatan Indonesia resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak (RANKA) 2025-2029.

Rencana aksi ini bertujuan sebagai langkah strategis dalam penanganan dan pengendalian kanker pada anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, peluncuran RANKA ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk melawan kanker pada anak yang dinilai memerlukan perhatian serius dan menjadi prioritas nasional dalam pengendalian penyakit tersebut.

“Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melawan kanker pada anak yang perlu mendapatkan perhatian serius dan menjadi prioritas nasional dalam upaya pengendalian penyakit tersebut,” ujar Budi, seperti dikutip dari Antara, Kamis (20/2/2025).

Baca juga: Dokter Anjurkan Vaksin HPV dan Papsmear untuk Cegah Kanker Serviks

RANKA merupakan bagian dari Rencana Kanker Nasional 2024-2034 yang lebih luas, yang juga menyasar kanker pada semua kelompok usia.

Menurut Budi, kanker saat ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia dan termasuk dalam kategori penyakit tidak menular katastropik.

Selain mengancam nyawa, kanker memerlukan biaya pengobatan yang tinggi dan proses perawatan yang panjang.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Berdasarkan data dari Globocan, lebih dari 408.651 kasus kanker baru dilaporkan di Indonesia pada tahun 2022, dengan hampir 242.099 kematian.

Khusus untuk kanker pada anak, terdapat sekitar 11.156 kasus baru yang terdeteksi pada anak usia 0-19 tahun pada tahun 2020.

“Leukemia menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemui, dengan 3.880 kasus (34,8 persen), diikuti oleh kanker getah bening (limfoma) dan kanker otak, masing-masing sekitar 640 kasus (5,7 persen),” lanjut Budi.

Baca juga: Obesitas Berpotensi Jadi Faktor Risiko Kanker pada Anak, Ini Kata Ahli

RANKA sendiri fokus pada penyusunan kebijakan khusus untuk menangani kanker pada anak-anak berusia di bawah 18 tahun serta meningkatkan layanan kesehatan untuk mereka.

Selain itu, rencana ini juga akan mengedepankan pentingnya deteksi dini, penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, serta dukungan psikososial bagi keluarga yang anaknya terkena kanker.

“Meskipun jumlah kasus kanker pada anak hanya sekitar 3-5 persen dari seluruh kanker di Indonesia, kanker anak juga dipilih sebagai prioritas karena menurut pengalaman global, enam jenis kanker yang umum diderita oleh anak dapat diobati (highly curable) melalui akses diagnostik, terapi yang adekuat, serta adanya layanan dukungan yang memadai,” tambahnya.

Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian kanker pada anak harus dilakukan secara komprehensif, berkesinambungan, dan berkualitas, dengan tetap mengacu pada jenjang pelayanan kesehatan yang sesuai.

Budi juga mengingatkan bahwa penanganan kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat dalam mewaspadai gejala, serta memotivasi publik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Diharapkan, peluncuran RANKA 2025-2029 ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan akses perawatan yang lebih baik dan menyeluruh bagi anak-anak penyandang kanker, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat secara optimal.

Baca juga: Hari Kanker Sedunia 2025: Pola Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Dewi Yull: Telah Berpulang Ray Sahetapy, Ayah dari Anak-anakku

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

40 Balasan Ucapan Selamat Idul Fitri Biar Tak Hanya Jawab “Sama-sama”

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Jurnalis Juwita Diduga Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL, Jelang Pernikahan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Global

Beli Perhiasan Emas 15 Kg Tunai, Wanita Ini Tuai Kritik di Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Insien Penumpang Merokok di Kabin Pesawat, Garuda Indonesia Tindak Tegas

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Bola

Maarten Paes Ucapkan Salam Perpisahan untuk Timnas Indonesia, Staf Kluivert Beri Pujian

api-1 . POPULAR-INDEX

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Myanmar Umumkan Masa Berkabung Nasional 7 Hari Usai Gempa
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau