Rabu, 1 Juli 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Ukuran Mr P dan Peluang Kehamilan

Selasa, 19 Juli 2011 | 08:52 WIB

TANYA :

Dok saya mohon penjelasan, apakah panjang dan besar penis itu salah satu faktor penting yang memengaruhi terjadinya proses kehamilan?

(Supriadi, Malang, 47)

 

JAWAB : Kehamilan terjadi kalau ada pembuahan sel telur (perempuan) oleh sel spermatozoa (pria). Jadi kehamilan hanya mungkin terjadi kalau hubungan seksual dilakukan pada saat subur perempuan. Di luar saat subur, hubungan seksual tidak akan menghasilkan kehamilan.

Asal hubungan seksual dapat dilakukan, lalu terjadi ejakulasi (keluarnya sperma) di dalam vagina, maka kehamilan mungkin terjadi. Ukuran panjang dan diameter penis tidak berpengaruh, asal telah berkembang normal.

Lain halnya kalau perkembangan penis tidak normal, yang pada umumnya disertai oleh ketidaknormalan perkembangan testis (buah pelir) juga. Dalam keadaan perkembangan kelamin tidak normal (termasuk testis), berarti kesuburan pria juga tidak normal. Tentu saja ini menghambat terjadinya kehamilan.

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat