Jumat, 20 Oktober 2017

Health

Sekilas Tentang Fase Penuaan pada Diri Anda

KOMPAS.com - Ketika mendengar kata penuaan, yang terlintas dibenak kita biasanya adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kondisi kulit yang mulai kendur dan keriput. Tetapi arti penuaan sesungguhnya adalah menurunnya beberapa fungsi organ tubuh.

Seiring dengan bertambahnya usia, proses penuaan akan terus terjadi, tetapi kita sering tidak menyadarinya. Fase penuaan dalam hidup manusia sebenarnya dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase subklinis (yang terjadi ketika manusia berusia 25-35 tahun), fase transisi (usia 35-45), dan fase klinis (di atas 45 tahun).

Pada fase subklinis, tubuh manusia sudah mengalami proses penuaan, tapi seringkali tidak diakui karena tidak ada gejala yang menyertainya.

Sementara itu, pada fase transisi, gejala penuaan mulai muncul. Pada fase ini, hormon tubuh akan mengalami penurunan hingga 25 persen, gula darah mulai meningkat, massa otot menjadi lebih kecil, dan mulai timbul masalah pada jantung serta obesitas.

Ketika seseorang memasuki fase klinis, tanda-tanda lanjutan dari proses penuaan semakin terlihat. Tanda-tanda yang paling jelas di antaranya gangguan penyerapan nutrisi dan mineral, menurunnya kepadatan tulang, mulai munculnya gejala penyakit kronis, dan penurunan fungsi seksual.

Pada fase itu, biasanya orang tersebut sudah mulai merasa tua, terutama ketika anak-anaknya sudah menikah dan memiliki cucu.

Hambat Penuaan

Setiap manusia yang memang tidak bisa lepas dari proses penuaan, namun penuaan bisa dicegah atau dihambat. Salah satu cara adalah dengan menggunakan antioksidan yang mencegah radikal bebas dan mencegah kerusakan sel atau jaringan.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki antioksidan alami yang ditemukan di setiap sel dalam jaringan tubuh, seperti Super Oxide Dismutase (SOD), katalase, peroksidase gluthatione, dan sebagainya. Antioksidan alami tersebut secara langsung akan berurusan dengan radikal bebas dan menjadi pelindung bagi tubuh Anda.

Namun, semakin tua seseorang, jumlah antioksidan alami yang diproduksi tubuh mulai menurun, padahal jumlah radikal bebas terus meningkat, sebagian karena paparan polusi dan bahan pengawet yang ditemukan dalam makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan tambahan antioksidan, baik dari makanan, minuman dan suplemen.

Suplemen antioksidan tetap diperlukan terutama jika Anda tidak bisa makan sayuran atau buah segar setiap hari dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, merokok, minum alkohol, aktivitas fisik terlalu berat, memiliki beban psikologis, dan tinggal di lingkungan yang tercemar.

Cara lain untuk memperlambat proses penuaan adalah dengan melakukan detoksifikasi (menetralkan racun dalam tubuh), diet (mengurangi asupan lemak), latihan fisik, mengurangi stres, dan harmonisasi hormon.

Editor : Asep Candra