Minggu, 26 Oktober 2014 12:56
Caring by Sharing | Kompas.com

LIFESTYLE / FOOD - ARTIKEL

Susu Rendah Lemak Bantu Cegah Stroke

Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 23 April 2012 | 10:49 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com - Susu rendah lemak (low fat) memang menjadi pilihan banyak orang, khususnya yang sedang menjalani diet karena dapat mengurangi lemak dalam tubuh. Namun, sebuah riset terbaru menemukan manfaat lain dari susu rendah lemak khususnya dalam menekan risiko terjadinya serangan stroke.

Dalam kajiannya, para ilmuwan dari Karolinska Institute Swedia melibatkan hampir 75.000 pria dan wanita asal Swedia yang turut berpartisipasi dalam penelitian. Semua peserta memiliki kondisi kesehatan yang baik ketika penelitian dimulai pada tahun 1997. Kemudian, peneliti meminta kepada peserta untuk mengisi sebanyak 96-item kuisioner makanan. Selama masa tindak lanjut kurang lebih 10 tahun, peneliti menemukan bahwa ada sekitar 4.000 kasus stroke yang terjadi.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang rutin minum produk susu rendah lemak 12 persen lebih rendah risikonya menderita stroke ketimbang rekan mereka yang mengonsumsi produk tinggi lemak.

"Ini adalah studi terbesar yang meneliti hubungan antara konsumsi total dari produk susu rendah lemak (low fat), susu tinggi lemak (full fat) terhadap risiko stroke pada pria dan wanita dewasa," kata Dr Susanna Larsson, profesor epidemiologi di Division of Nutritional Epidemiology, Karolinska Institute, Stockholm dan sekaliguas pemimpin utama studi ini.

"Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak susu rendah lemak ketimbang susu tinggi lemak, mereka akan mendapatkan keuntungan salah satunya penurunan risiko stroke dan manfaat kesehatan lainnya," tambahnya.

Data dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menunjukkan, setiap empat menit seseorang meninggal akibat stroke, dan setiap 40 detik ada satu kasus baru terkena stroke di AS. Setiap tahunnya, sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat menderita stroke dan 610.000 orang di antaranya adalah pasien stroke baru.

Sementara di Indonesia kondisinya tidak jauh berbeda. Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar dan penyebab kecacatan terbesar.

 


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui