Selasa, 23 Desember 2014 02:27

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Bidan Romana Tari


Bidan Romana Tari hadir menjadi sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan di bidang kesehatan dan pengalaman sehari-hari dalam hidup.

Mengapa Perempuan Rawan Infeksi Saluran Kencing?

Penulis : Bidan Romana Tari | Jumat, 1 Juni 2012 | 13:38 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Kaum perempuan yang pernah mengalami infeksi saluran kemih (saluran kencing) biasanya mengeluh bila buang air kecil terasa panas dan tidak tuntas. Beberapa di antaranya ada yang mengeluh agak nyeri dan panas, harus sedikit mengedan untuk buang air kecil.

Lalu apa sih penyebab infeksi saluran kemih itu ?

Infeksi saluran kemih ini antara lain disebabkan karena bakteri  E  coli.

Lho, darimana datangnya kuman itu ?


- Muara saluran kencing perempuan berada di depan vagina. Lokasi ini berdekatan juga dengan dubur.  Nah faktor posisi ini juga menjadi salah satu pencetusnya. Akibatnya bakteri E. coli dari dubur dengan gampang bermigrasi alias jalan-jalan ke saluran kencing atau urethra. Hal ini bisa terjadi bila kaum perempuan kurang memperhatikan kebersihan daerah alat kelamin.

- Pada perempuan mempunyai saluran kencing yang pendek. Saluran ini di sebut urethra. Panjangnya kurang lebih 2 sentimeter - 2,5 sentimeter depan vagina. Beda dengan laki-laki mereka memiliki urethra yang lebih panjang dan laki-laki beruntung memiliki prostat yang bertugas melawan kuman.

- Posisi berjongkok  yang menjadi kebiasaan kaum perempuan saat buang air seni di lantai kamar mandi / kloset wc yang tidak bersih bisa mengakibatkan percikan balik ke daerah alat kelamin  saat kita cebok. Padahal di lantai kamar mandi atau wc umum banyak kuman - kuman. Jadi hati-hati kalau terpaksa buang air seni di tempat umum.

Wah lagi-lagi beruntung ya jadi laki-laki.

Cara mencegahnya bagaimana ?

1.  Biasakan selalu membersihkan alat kelamin setiap buang air kecil dengan benar, yaitu menggunakan air bersih lalu dikeringkan.

2.  Cara cebok dari arah depan dulu setelah bersih baru bagian belakang area yang mendekati dubur ke belakang.

3.  Sebaiknya hindari penggunaan larutan antiseptik secara rutin untuk pencuci vagina karena bisa merusak PH vagina dan pada akhirnya kuman baik yang bertugas melawan infeksi pada saluran kencing dan vagina bisa mati.

4.  Jika bepergian jauh/traveling jangan cebok dengan air yang tertampung di bak mandi umum. Gunakan tisu atau ambil air langsung dari kran yang mengalir, jika air kran juga meragukan gunakan air mineral demi keamanan.

5.  Sering-seringlah mengganti celana dalam, minimal setiap kali mandi atau bila terasa lembab langsung ganti. Gunakan celana dalam dari bahan yang tidak menimbulkan alergi kulit dan berbahan katun.

6.  Jika sedang haid usahakan serajin mungkin mengganti pembalut. Karena darah yang tertampung lama menjadi tempat kuman berkembang biak.

7. Melakukan hubungan (seks) suami istri yang sehat tidak berganti ganti pasangan, bila salah satu dari pasangan ada yang mengalami infeksi saluran kencing sebaiknya diobati sampai sembuh.

8.  Selalu minum air putih minimal 8 atau 10 gelas perhari.

9. Tidak menahan buang air kecil .

Apa akibatnya jika sering mengalami infeksi saluran kencing ?

Sebagai akibat lanjut bisa terjagi infeksi dan kerusakan ginjal. Kaum perempuan  harus hati - hati karena infeksi ginjal yang berat menyebabkan gangguan dan komplikasi pada kehamilan.

Selamat menjaga kebersihan diri demi kesehatan dan fungsi reproduksi.

Perempuan cerdas selalu peduli kebersihan diri

Salam hangat

Bidan Romana tari

 






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui