Jumat, 22 Juni 2018

Health

Sore Hari, Waktu Tepat Olahraga Saat Berpuasa

Shutterstock Ilustrasi



KOMPAS.com - Rasa haus hampir selalu dialami ketika tengah berolahraga. Tak heran tubuh kehilangan banyak cairan saat melakukan aktivitas fisik yang tidak ringan, seperti berolahraga. Lantas, bagaimana dengan olahraga yang dilakukan ketika sedang berpuasa?

Dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono mengungkapkan, meskipun berpuasa tubuh harus tetap aktif agar selalu bugar. Salah satu hal yang direkomendasikan untuk tetap dilakukan selama berpuasa adalah berolahraga.

"Namun supaya tetap nyaman, olahraga sebaiknya dilakukan di sore hari, waktu menjelang berbuka puasa," katanya dalam talkshow bertajuk "Puasa Sehat dengan Pola Minum Air Putih 2+4+2 bersama Aqua" pada Rabu (25/6/2014) di Jakarta.

Menurut dia, 30 sampai 60 menit menjelang waktu berbuka merupakan waktu yang paling tepat untuk berolahraga. Ini karena setelah usai berolahraga, orang bisa langsung minum dan mengganti cairan yang hilang setelah berpuasa ditambah dengan olahraga. Energi yang menurun pun akan segera tergantikan dengan makanan manis, misalnya buah kurma, yang dimakan di waktu buka puasa.

Penggantian cairan dan energi ini penting supaya fungsi tubuh tetap terjaga. Bila jarak waktu penggantian terlalu lama sejak tubuh mulai defisit cairan dan energi, maka gangguan-gangguan tentu akan terjadi, seperti penurunan kemampuan berpikir, lemas, hingga pingsan.

"Karena itulah olahraga sebaiknya tidak dilakukan terlalu jauh dengan waktu berbuka. Intensitasnya pun perlu disesuaikan dengan kemampuan," ujar Saptawati.

Ia juga merekomendasikan untuk memilih jenis olahraga dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi. Olahraga intensitas sedang seperti bersepeda, berenang, atau berjalan mungkin merupakan jenis olahraga yang paling tepat.

"Tingkat kebugaran masing-masing individu berbeda, sehingga pemilihan olahraga pun tidak sama. Ada orang yang sebaiknya tidak melakukan olahraga high impact, sehingga lebih tepat melakukan olahraga berenang atau berjalan," ucapnya.

Penulis: Unoviana Kartika
Editor : Lusia Kus Anna