Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Pasien Skizofrenia Butuh Kemudahan Akses Obat Berkualitas

Kompas.com - 18/08/2016, 15:15 WIB
Dian Maharani

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain butuh dukungan psikososial, orang dengan skizofrenia juga harus minum obat-obatan secara teratur, bahkan seumur hidup. Jenis obat-obatan yang diminum maupun suntik pun bisa berbeda-beda setiap pasien, tergantung kondisi dan kecocokan.

Seiring berkembangnya penelitian, saat ini juga sudah ada obat-obatan baru yang hasilnya lebih baik dibanding obat lama, dengan efek samping lebih sedikit. Sayangnya, obat-obatan baru yang berkualitas itu masih paten sehingga harganya jauh lebih mahal dibanding obat lama.

“Obat paten memang bagus, efek samping rendah,  dan bagus mengelola gejalanya, mendukung banget buat produktivitas,” kata Ketua Komunitas Skizofrenia Indonesia (KPSI) Bagus Utomo.

Sementara itu, obat lama seperti  haloperidol, tidak bisa mengatasi gejala negatif pasien skizofrenia, yaitu rasa malas. Akibatnya, pasien skizofrenia yang umumnya berada di usia produktif sulit untuk kembali bekerja.

Mengenai harga, obat baru seperti abilify bisa berkisar Rp 60.000 per butir, sedangkan haloperidol hanya Rp 30.000 per bulan. Dengan harga tinggi dan belum ditanggung BPJS Kesehatan, tentu akan menjadi beban berat bagi pasien maupun keluarga.

Masalahnya juga bukan hanya soal harga, tetapi ketersediaan yang terbatas. Di sejumlah daerah, obat-obatan berkualitas masih sulit didapatkan.  

KPSI berharap, pemerintah dapat membantu menekan harga obat tersebut dan memasukkannya de dalam daftar obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Kemudahan akses obat berkualitasdan juga dengan harga yang terjangkau, sangat membantu pasien untuk pulih. Menurut Bagus, masalah stigma pun jadi bisa teratasi jika pasien mendapat pengobatan yang baik.

“Dengan obat yang sangat mendukung produktivitas, orang bisa bekerja. Lama lama pandangan masyarakat jadi positif,” kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tarif Impor Donald Trump Berisiko Bikin Rupiah Melemah, Ini Kata Ekonom INDEF
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau