Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Hindari Berlari di Bawah Terik Matahari

Kompas.com - 19/08/2016, 09:05 WIB
Ayunda Pininta

Penulis

Sumber POP SUGAR

KOMPAS.com - Walau kaya akan manfaat baik, seperti asupan vitamin D alami, berolahraga di bawah sinar matahari dapat berakibat buruk bila suhu udara sedang tinggi.

Dr Larry Goldfarb, DC, CCSP memberi saran bila Anda memutuskan untuk berlari di wilayah dengan udara yang panas sekaligus lembab: selalu periksa suhu udara!

"Hindari untuk berlari di luar ruangan jika suhu udara mencapai 31 derajat celsius atau lebih, apalagi jika kelembaban udara tinggi. Mengapa? Karena berjalan atau berlari di udara yang panas dan lembab dapat memengaruhi detak jantung Anda. Detak jantung dapat meningkat 10 denyut per menit dalam suhu 28 sampai 32 derajat celcius," kata Goldfarb.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Bila digambarkan, seorang wanita usia 30-an yang berjalan atau berlari  di suhu 32 derajat celsius dengan kelembaban 70 persen, maka denyut jantung akan meningkat dan menjadi 165 denyut per menit.

"Masalahnya adalah bahwa tingkat denyut jantung 165 kali per menit dapat meningkatkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan jantung,” lanjutnya.

Itulah mengapa, berjalan dalam cuaca dingin atau sejuk jauh lebih mudah dan lebih nyaman. Sebab, saat cuaca panas, jantung seakan bekerja “lembur” akibat perpaduan antara aktivitas fisik, tingginya suhu dan kelembaban.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Agar berlari di ruang terbuka tetap sehat, selain melihat suhu udara terlebih dahulu, Anda dapat memonitor denyut jantung dengan fitness tracker dan semacamnya.

Namun, selama suhu udara di bawah 31 derajat celcius dan tingkat kelembaban tidak melebihi 70 persen maka sangat aman untuk berjalan atau berlari di luar ruangan.

Bila tidak, berlari di treadmill dalam ruangan bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau