Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Dialami Hillary Clinton

Kompas.com - 13/09/2016, 11:47 WIB
Kontributor Health, Dhorothea

Penulis

KOMPAS.com — Di tengah-tengah kampanye pemilihan presiden AS, Hillary Clinton menderita pneumonia. Penyakit ini dapat menjadi serius dalam hitungan jam dan gejalanya dapat terjadi selama berbulan-bulan.

Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri, ditandai dengan pembengkakan jaringan di paru-paru dan berefek merusak jika tidak cepat diobati.

Menemukan gejala pneumonia sering kali sulit karena gejala-gejalanya yang di awal tampak kurang serius, seperti flu atau asma. Gejalanya bisa berupa batuk lendir atau kering, dan penderitanya sulit bernapas sampai terengah-engah.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Penderitanya mungkin juga mengalami denyut jantung cepat, demam, berkeringat, gemetaran, dan nyeri dada. Dalam kasus ekstrem, penyakit ini dapat menimbulkan gejala batuk darah, sakit kepala, kelelahan ekstrem, mual, dan muntah.

Nyonya Clinton sempat dikira mengalami kelelahan ketika sebelum waktunya meninggalkan peringatan tragedi 9/11 dan ia terlihat kesulitan masuk mobil. Tampaknya efek pneumonia dikombinasikan banyak hal, termasuk cuaca yang sangat panas membuatnya merasa lemas dan meninggalkan acara sebelum selesai.

Kelelahan gara-gara pneumonia itu dapat dirasakan berbulan-bulan setelah penyakit itu pertama dialami.

Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

Penyakit ini bukan hal yang tak biasa. Di Inggris, sekitar delapan dari 1.000 orang dewasa mengalaminya. Penyakit ini sangat lazim pada bulan-bulan musim dingin dan dialami mereka yang masih kecil atau lansia.

Penyakit ini jadi lebih serius dialami pada orang tua. Juga mungkin lebih berbahaya dialami oleh mereka yang sudah punya penyakit seperti asma, cystic fibrosis, jantung, ginjal, atau lever.

Gejala ringan penyakit ini biasanya diatasi dengan istirahat, obat antibiotika, dan minum banyak air. Kadang pada kasus lebih parah dibutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Ibu Clinton merilis surat keterangan tahun lalu yang menyatakan dirinya sehat sebagai respons terhadap orang-orang yang mempertanyakan apakah ia cukup sehat untuk memimpin.

Surat itu ditulis oleh Dr Bardack yang menyebut deep vein trombosis yang dialami pada 1998 dan 2009 dan gegar otak pada 2012. Surat itu menyebutkan, Clinton benar-benar sembuh dari penyakit-penyakit tersebut setelah absen beberapa lama untuk diobati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Trump Umumkan Impor Tarif Baru, Indonesia 32 Persen, Tertinggi China 34 Persen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau