Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Waspada, Penyakit ini Sebabkan Meninggal Saat Tidur seperti Politikus Gerindra Nizar Zahro

Seperti yang terjadi pada politikus Partai Gerindra Nizar Zahro.

Melansir Kompas.com, eks Anggota Komisi X DPR RI periode 2014-2019 ini meninggal dunia saat tidur, Minggu (19/1/2020).

Berdasarkan penjelasan Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade, malam sebelum tutup usia, Nizar tampak baik-baik saja.

Namun, Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim, Hadi Dediansyah, saat dikonfirmasi Surya.co.id, menyatakan meninggalnya Nizar Zahro diduga terkait serangan jantung.

Sebelum Nizar Zahro, mantan artis cilik Cecep Reza juga meninggal saat tidur di usia 31 tahun, pada Selasa (19/11/2019).

Melansir Kompas.com (20/11/2019), pemeran Bombom di sinetron Bidadari itu diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Berkaca dari beberapa kejadian meninggal saat tidur, kematian mendadak membuat syok sekaligus menyisakan kesedihan bagi orang di sekitarnya.

Dari beberapa kejadian orang meninggal saat tidur, mereka baik-baik saja atau tidak menunjukkan gejala sakit.

Padahal, biasanya ada gejala penyakit tertentu yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur. Namun, gejala tersebut acapkali diabaikan.

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur:

1. Sleep apnea

Melansir Cleveland Clinic, gangguan tidur apnea (sleep apnea) dapat menyebabkan orang meninggal dunia saat tidur.

Sleep apnea terjadi ketika seseorang berhenti bernapas selama sepuluh detik saat tidur. Kondisi tersebut bisa berulang hingga lima kali dalam satu jam.

Saat gangguan ini bertambah parah, tubuh bisa gagal bernapas, mengganggu kinerja jantung, dan berujung pada kematian.

Gangguan tidur apnea risikonya bisa meningkat pada orang yang obesitas dan punya riwayat penyakit jantung.

Penyakit ini bisa dideteksi dengan mengamati gejalanya, seperti kelelahan, mendengkur, sering mengantuk di siang hari, atau nyeri dada saat tidur.

2. Jantung berhenti berdetak

Melansir Hello Sehat, henti jantung (sudden cardiac arrest) terjadi saat jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

Kondisi ini dipicu kelainan dan disfungsi pada sinyal elektrik yang mengatur detak jantung.

Saat hal ini terjadi, jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tidak segera ditangani, kerja jantung yang berhenti mendadak dapat menyebabkan kematian.

Henti jantung bisa dipicu berbagai hal. Antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serta faktor genetik.

Gejala henti jantung bisa dikenali lewat dada terasa nyeri, berulang kali pingsan, serta ada riwayat kematian karena penyakit jantung dalam keluarga.

3. Serangan jantung

Berbeda dari henti jantung, serangan jantung tidak disebabkan gangguan sirkuit elektrik jantung.

Serangan jantung saat tidur terjadi karena aliran darah ke otot-otot jantung terhambat.

Akibatnya, jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dari darah.

Dalam beberapa kasus, jantung masih tetap berdetak tapi otot-otot yang tidak mendapatkan oksigen akan mengalami kerusakan.

Umumnya serangan jantung disebabkan penyakit jantung koroner.

Beberapa gejalanya antara lain timbul rasa nyeri, ada rasa tertekan di dada atau lengan, demam, muntah-muntah, dan jantung berdebar tidak teratur.

4. Penggumpalan darah

Penggumpalan darah biasanya tidak membahayakan kesehatan, karena gumpalan ini dapat terurai dengan sendirinya atau dengan bantuan pengobatan.

Akan tetapi, gumpalan darah yang cukup besar dapat menghalangi aliran darah.

Jika aliran yang terblokir adalah pembuluh utama yang memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah bisa membuat seseorang meninggal saat tidur.

Penggumpalan darah yang cukup parah dapat terjadi karena ada trauma seperti luka yang cukup serius, kulit yang tergores, atau darah yang mengental.

Gejala yang tampak biasanya terjadi pembengkakan, kulit pucat, timbul rasa sakit, dan napas yang memburu.

5. Keracunan karbon monoksida

Kematian mendadak saat tidur bisa disebabkan faktor eksternal, seperti keracunan gas karbon monoksida.

Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna atau berbau yang dihasilkan bahan-bahan rumah tangga seperti kompor, panggangan, pemanas air, atau mobil yang menyala.

Jika gas tersebut terkumpul dan terjebak dalam ruangan yang tertutup, orang yang menghirup udara yang telah terkontaminasi karbon monoksida bisa meninggal.

Beberapa kasus keracunan karbon monoksida terjadi karena pemilik rumah tertidur dan lupa mematikan kompor atau mesin mobil yang sedang dipanaskan di garasi.

6. Sudden Arrhythmia Death Syndrome (SADS)

Melansir Mayo Clinic, sudden arrhythmia death syndrome (SADS) merupakan kelainan jantung yang jadi penyebab kematian mendadak pada anak muda.

Kelainan ini terjadi karena faktor keturunan. Salah satunya, membuat dinding otot jantung seseorang menebal.

Otot jantung yang menebal dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung tidak teratur dan dapat berujung kematian.

Kelainan jantung lainnya adalah arteri jantung tidak normal. Saat beraktivitas berat, arteri dapat menjadi padat sehingga mengganggu aliran darah ke jantung.

Orang yang mengalami gangguan jantung ini merasakan gejala detak jantungnya cepat dan kacau. Terkadang sampai pingsan.

Seperti beberapa kasus kelainan jantung genetik, SADS juga kerap tidak terdeteksi.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami nyeri di bagian dada dan keluarga punya riwayat penyakit jantung, segera konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter.

Sumber: Kompas.com, Surya.co.id (Ira Gita Natalia Sembiring/Tri Susanto Setiawan, Sania Mashabi/Fabian Januarius Kuwado, Bobby Constantine Koloway/Parmin)

https://health.kompas.com/read/2020/01/20/180200768/waspada-penyakit-ini-sebabkan-meninggal-saat-tidur-seperti-politikus-gerindra

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke