Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Masalah Kesehatan Akibat Nutrisi yang Umum Terjadi pada Lansia

KOMPAS.com - Orang lanjut usia atau lansia pada umumnya akan mengalami kemunduran fungsi berbagai organ tubuh.

Penurunan kemampuan indra penglihatan, penciman, hingga pengecap itu pada akhirnya memicu berkurangnya selera makan.

Jika terus dibiarkan, hal tersebut tentu bisa memengaruhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Semakin tua, para lansia juga cenderung akan mengalami masalah penurunan fungsi pencernaan makanan.

Hal itu dikarenakan terjadi penurunan produksi enzim dan hormon yang dibutuhkan untuk proses pencernaan.

Melansir Buku Lansia Milenial: Hidup Sejahtera di Masa Lanjut Usia (2019) karya dr. Handojo Tjandrakusuma, ada sejumlah gangguan kesehatan yang rentan dialami oleh para lansia ketika tak mengonsumsi cukup nutrisi.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Dehidrasi

Dokter berusia 80 tahun yang pernah mendapat apresiasi dari WHO berupa The Sasakawa Health Prize WHO Award tahun 1992 itu menerangkan pada lansia, umumnya terjadi kemunduran sensitivitas rasa haus.

Oleh sebab itu, asupan air minum pada lansia sebaiknya berdasarkan takaran atau tidak membiarkan hingga rasa haus itu muncul.

Jumlah kebutuhan air minum pada lansia kurang lebih 1,5 liter per hari.

Dianjurkan para lansia tidak diberikan air minum terlalu banyak karena akan menimbulkan gejala buang air kecil (BAK) berlebih.

Sementara, BAK terlalu sering bisa menyebabkan unsur kalium pada tubuh keluar terlalu banyak.

Kondisi itu akan menyebabkan kekurangan kalium dalam darah dan berpotensi menyebabkan gangguan pada jantung.

2. Anemia

Menurut Handojo, lansia rentan terhadap anemia.

Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam darah berada di bawah normal.

Ada beberapa penyebab sesesorang atau lansia bisa mengalami anemia, di antaranya yakni:

  • Asupan dan penyerapan zat besi (Fe) berkurang
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kekurangan asam folat

Gejala anemia pada lansia bisa dideteksi dari wajah yang tampak pucat.

Untuk lebih jelas, deteksi anemia bisa juga dilakukan dengan cara melihat lapisan dalam kelompak bawah mata.

Jika bagian tersebut berwarna kemerahan, lansia itu kemungkinakn tak mengidap anemia. Namun, apabila bagian dalam kelopak mata tampak putih pucat, mereka disinyalir alami anemia.

3. Osteoporosis

Para lansia kemungkinan besar akan mengalami osteoporisis atau tulang keropos.

Hal itu terjadi karena pada umumnya osteoporisis disebabkan oleh menurunnya kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

Namun, kondisi itu bisa semakin parah apabila para lansia kurang asupan kalsium.

Akibat terjadinya osteoporisis tidak lain adalah tulang menjadi mudah patah dan hal itu sering terjadi pada lansia.

https://health.kompas.com/read/2020/01/30/142900968/3-masalah-kesehatan-akibat-nutrisi-yang-umum-terjadi-pada-lansia

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke