Salin Artikel

Apa Itu Ventilator?

Dalam dunia medis, ventilator juga dikenal sebagai respirator, mesin pernapasan, atau alat bantu napas mekanik.

Ventilator jamak dioperasikan di ruang perawatan intensif (ICU) atau ruang operasi rumah sakit.

Fungsi ventilator

Ventilator berfungsi sebagai alat bantu pernapasan. Melansir Healthline, alat ini dapat digunakan bayi, anak-anak, orang dewasa, sampai kaum lansia.

Beberapa kondisi medis memerlukan ventilator, antara lain:

Pasien juga memerlukan ventilator saat menderita penyakit atau dalam kondisi berikut:

Cara kerja ventilator

Menurut American Thoracic Society, alat ventilator digunakan untuk mengalirkan oksigen ke paru-paru dan tubuh.

Selain itu, ventilator juga membantu mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh.

Ventilator dipasang dengan menghubungkan mesin ke saluran pernapasan seseorang lewat selang ventilator.

Selang ini dipasang melalui mulut, hidung, atau lewat lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien.

Setelah terpasang, alat ventilator akan memompa udara dan menyalurkan oksigen ke paru-paru.

Pasokan oksigen dari mesin ini dapat membantu pasien bernapas secara normal.

Pemasangan ventilator membutuhkan kemampuan khusus oleh tenaga medis berpengalaman.

Efek samping pemasangan ventilator

Walaupun ventilator membantu pasien yang kesulitan bernapas, penggunaan ventilator juga memiliki efek samping. Terutama saat alat ventilator dipasang dalam jangka panjang.

Risiko utama penggunaan ventilator adalah infeksi. Tabung pernapasan dapat membuat masuk kuman ke paru-paru, mulut, atau hidung serta meningkatkan risiko pneumonia dan sinus.

Proses pemasangan selang ventilator juga bisa mengiritasi tenggorokan atau paru-paru. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk batuk. Padahal, batuk dapat menyingkirkan debu dan alergen dari paru-paru.

Penggunaan ventilator juga dapat membuat seseorang mengalami kesulitan berbicara, karena pemasangan selang ventilator melewati laring (kotak suara) berisi pita suara.

Efek samping pemasangan ventilator lainnya juga dapat menyebabkan kerusakan paru-paru karena terlalu banyak tekanan udara sampai terlalu banyak oksigen.

https://health.kompas.com/read/2020/03/31/140200868/apa-itu-ventilator

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Orthorexia
Orthorexia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.