Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Aman Menurut Dokter Obgyn

KOMPAS.com – Salah satu dari banyak masalah yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama di trimester ketiga adalah susah tidur.

Saat perut semakin membesar, ibu hamil bisa jadi akan kesusahan mencari posisi tidur yang nyaman.

Posisi tidur yang biasa dipilih sebelum hamil, tidak lagi bisa atau enak dilakukan selama kehamilan.

Belum lagi, ibu hamil harus menghadapi kekhawatiran akan posisi tidur yang dapat mengganggu keselamatan janin di dalam perut.

Padahal ibu hamil harus tidur dengan nyaman karena berdampak terhadap kesehatan diri sendiri maupun calon buah hati.

Dokter spesialis obgyn RS JIH Solo, dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K), menjelaskan badan ibu hamil bisa menjadi tidak fit, cepat lelah, dan bahkan tumbuh kembang janin bisa terganggu jika ibu hamil tidur tidak nyenyak atau kurang tidur.

“Biasanya ibu hamil kesal kalau mau tidur bingung karena semua posisi tidur terasa tidak nyaman,” kata dr. Bima.

Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik dan aman bagi ibu hamil?

Menurut dr. Bima, sebenarnya tidak ada aturan khusus terkait posisi tidur bagi ibu hamil.

Tapi, posisi tidur telentang, miring kanan ataupun miring kiri dapat dipilih sebagai posisi tidur yang nyaman dan aman bagi ibu hamil.

“Yang jelas jangan sampai ibu hamil tidur dalam posisi tengkurap karena selain bikin enggak nyaman, janin pun bisa tertekan di dalam rahim,” terang dia saat diwawancara Kompas.com, Minggu (16/8/2020).

Meski bisa dipilih, posisi tidur telentang kurang sebeutulnya tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh ibu hamil ketika memasuki masa kehamilan trimerster kedua dan ketiga.

Hal itu dikarenakan, posisi telentang membuat berat badan ibu hamil bertumpu pada punggung, saluran pencernaan, dan pembuluh darah vena yang membawa darah dari jantung ke tubuh bagian bawah.

Jika dilakukan, tidur telentang bisa saja memperparah atau meningkatkan resiko masalah sakit punggung dan wasir yang dialami ibu hamil serta mengganggu pencernaan dan peredaran darah.

Selain itu, posisi tidur telentang berisiko pula mengurangi aliran darah ke janin, sehingga mengurangi asupan oksigen dan nutrisi untuk janin.

Namun, ibu hamil tak perlu terlalu khawatir jika ternyata mendapati tubuh tidur dalam poisis telentang saat terbangun. Hal itu tidak akan terlalu mengganggu keselamatan janin.

Ibu hamil tinggal mengubah posisi tidur kembali ke posisi tidur miring demi kebaikan yang lebih optimal.

Dengan demikian, ibu hamil sebaiknya tidur dengan posisi miring.

Posisi tidur miring ke kiri adalah posisi tidur yang baik dilakukan ibu hamil karena dapat memberikan keuntungan pada janin, yakni mengurangi tekanan pada pembuluh darah vena, sehingga memaksimalkan aliran darah dan nutrisi menuju plasenta.

Selain itu, posisi tidur miring ke kiri dapat pula mencegah janin terkena tekanan organ hati ibu hamil yang terletak di sebelah kanan.

Bagi ibu hamil sendiri, posisi tidur miring ke kiri dapat membantu ginjal bekerja lebih efisien dalam membuang kotoran atau zat sisa dari tubuh.

Untuk memperoleh posisi tidur ini, ibu hamil bisa menyelipkan bantal di antara kedua lutut yang ditekuk.

Setelah itu, atur beberapa bantal di bawah pinggang serta di belakang punggung ibu hamil agar terasa lebih nyaman.

Tips agar tidur tetap nyaman saat hamil

dr. Bima memberikan sejumlah tips bagi ibu hamil agar tidur tetap nyaman, bahkan di saat kandungan sudah membesar.

Berikut sarannya:

  1. Buat suasana kamar jadi tenang, jika suasana tenang maka otak akan jadi rileks sehingga ngantuk lebih cepat
  2. Selanjutnya buat cahaya jadi remang-remang dan gunakan warna yang menenangkan di kamar agar membawa efek tenang
  3. Jangan lupa kencing sebelum tidur karena kalau tidak, nantinya bisa terbangun di malam hari karena ingin kencing lalu susah tidur lagi

https://health.kompas.com/read/2020/08/16/150400068/posisi-tidur-ibu-hamil-yang-baik-dan-aman-menurut-dokter-obgyn

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke