Salin Artikel

Hati-Hati, Ini 5 Penyakit yang Muncul Karena Stres

KOMPAS.com - Stres adalah respons tubuh terhadap berbagai hal yang dianggap berbahaya oleh pikiran kita.

Beberapa pemicu stres memang bisa mendorong kita untuk melakukan tindakan positif, seperti mencari pekerjaan saat dipecat.

Akan tetapi, terlalu banyak stres dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kita rentan jatuh sakit.

Stres yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Gejala stres

Stres dapat menyebabkan sejumlah gejala dan penyakit fisik. Namun, gejala tersebut biasanya hilang setelah tingkat stres menurun.

Berikut berbagai gejala yang muncul saat stres:

  • peningkatan detak jantung
  • peningkatan tekanan darah
  • pernapasan cepat
  • sesak napas
  • ketegangan otot
  • sakit kepala
  • mual
  • pusing.

Sering mengalami stres atau tingkat stres yang tinggi bisa membuat kita mengalami berbagai penyakit.

Berikut berbagai penyakit yang muncul akibat stres:

1. Demam

Stres kronis dan paparan peristiwa emosional dapat menyebabkan demam psikogenik.

Demam psikogenik merupakan demam yang disebabkan oleh faktor psikologis, bukan virus atau penyebab peradangan lainnya.

Demam psikogenik dapat terjadi pada siapa saja yang sedang stres, tetapi paling sering menyerang wanita muda.

2. Flu

Riset 2012 membuktikan stres kronis bisa menghambat respon peradangan tubuh.

Akibatnya, sistem kekebalan tubuh melemah dan kita akan mudah mengalami infeksi.

Itu sebabnya, paparan stres yang lama atau terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko infeksi virus penyebab flu.

3. Gangguan pencernaan

Stres bisa menghambat fungsi pencernaan kita yang memicu berbagai masalah kesehatan seperti berikut:

  • sakit perut
  • mual
  • diare
  • sembelit.

Stres juga telah terbukti memperburuk gejala sindrom iritasi usus besar dan peningkatan asam lambung.

4. Depresi

Penelitian telah membuktikan stres bisa memicu gejala depresi. Pasalnya, stres membuat beberapa bahan kimia otak tidak seimbang, termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin.

Stres juga bisa memicu peningkatan kadar kortisol. Ketidak seimbangan bahan kimia otak ini bisa memicu berbagai dampak negatif seperti berikut:

  • gangguan suasana hati
  • gangguanpola tidur
  • penurunan libido.

5. Obesitas

Stres diyakini berperan besar dalam terjadinya obesitas. Penelitian telah membuktikan stres bisa memicu peningkatan kadar kortisol yang berkontribusi pada penambahan berat badan.

Stres juga bisa memicu nafsu makan kita yang turut menambah kemungkinan kita mengalami obesitas.

Padahal, obesitas merupakan faktor risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

https://health.kompas.com/read/2020/08/23/103300468/hati-hati-ini-5-penyakit-yang-muncul-karena-stres

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.