Salin Artikel

Serum yang Cocok untuk Kulit Berminyak

Dilansir dari Today, ibarat jamuan makan malam, serum adalah hidangan utama setelah sesi hidangan pembuka berupa cuci muka.

Mengaplikasikan serum merupakan langkah perawatan ekstra untuk membantu mengatasi masalah kulit.

Terdapat beberapa jenis serum di pasaran yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada yang melembabkan, mencerahkan, sampai memasok antioksidan.

Tampilan serum juga beragam, mulai dari bening, berbahan dasar gel, atau cairan yang tidak terlalu kental seperti pelembab.

Serum biasanya digunakan sebelum pelembab, untuk membantu mengunci kelembaban. Molekul dalam serum dapat menembus lapisan kulit terdalam.

Kendati bisa melembabkan kulit, namun serum tidak bisa menggantikan fungsi pelembab. Namun, bisa memaksimalkan efek hidrasi dari pelembab.

Lantas, apakah pemilik kulit wajah berminyak juga memerlukan serum?

Serum untuk kulit berminyak

Pemilik jenis kulit berminyak harus akrab dengan muka mengkilap, komedo, dan lebih rentan terkena jerawat.

Tak pelak, banyak pemilik kulit berminyak ragu-ragu menggunakan serum karena khawatir produksi minyaknya semakin berlebih.

Namun, ahli dermatologi menjawab anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

"Serum bagus untuk kulit berminyak karena bahannya sangat ringan," jelas Dr. Kenneth Howe, dokter spesialis kulit berbasis di New York AS, kepada Bustle.

Serum yang tepat dapat memberikan manfaat bagi pemilik kulit bermasalah, seperti kulit berminyak.

  • Pilih serum berbasis air dan nonkomedogenik

Serum yang cocok untuk kulit berminyak adalah jenis yang berbahan dasar air dan nonkomedogenik.

Hindari serum yang mengandung minyak, karena bisa membuat wajah berminyak lebih mengkilap, menyumbat pori-pori, dan memicu jerawat.

Anda bisa mencoba jenis serum mattifying di pagi hari. Jenis serum ini bisa menyerap minyak berlebih sekaligus menurunkan produksi kelenjar minyak.

Sedangkan untuk serum di malam hari, pemilik wajah berminyak bisa memilih serum yang sekaligus mengatasi jerawat, seperti ektrak tanah liat (clay), jahe, serta asam salisilat.

  • Perhatikan bahan aktif serum

Cari serum yang memiliki bahan aktif bisa mengontrol produksi minyak berlebih, seperti sulfur, retinol, sampai asam salisilat.

Formula serum yang lebih ringan seperti serum berbasis gel dan losion lebih mudah ditoleransi kulit berminyak ketimbang salep atau krim.

Hal yang perlu, hati-hati sebelum menggunakan serum dengan bahan aktif mengandung asam seperti salisilat dan laktat.

Keduanya bisa membantu pengelupasan kulit, sehingga pemilik kulit sensitif perlu lebih cermat.

Sebelum mengaplikasikan serum berbasis asam ke wajah, gunakan serum terlebih dulu di lengan bagian dalam setidaknya dua kali seminggu.

Apabila tidak ada reaksi iritasi atau kemerahan, baru coba coba gunakan ke wajah.

  • Tetap jaga kelembaban kulit

Salah kaprah yang beredar selama ini adalah skincare untuk kulit berminyak tidak perlu pelembab. Hal itu keliru.

Melansir Women's Health, kulit yang berminyak tetap perlu pelembab, karena pelembab berfungsi menyeimbangkan kondisi kulit.

Terkait serum yang cocok untuk kulit berminyak, hidrasi atau menjaga kelembabab kulit termasuk perawatan kunci untuk kulit berminyak.

Pilih serum yang melembabkan dengan bahan aktif hyaluronic acid atau asam hialuronat.

Jenis bahan aktif ini dapat meresap ke dalam kulit, melembabkan kulit dari dalam, dan mendorong regenerasi kulit baru, bukan minyak berlebih.

https://health.kompas.com/read/2020/08/23/193100668/serum-yang-cocok-untuk-kulit-berminyak

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.