Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Cara Menghilangkan Kantuk Saat Berkendara

KOMPAS.com – Berkendara dengan aman adalah faktor penting untuk menunjang keselamatan lalu lintas.

Namun terkadang, ketika masih di jalan, rasa kantuk bisa datang.

Padahal munculnya rasa kantuk ini termasuk salah satu faktor yang dapat mengganggu keamanan saat berkendara atau menyetir.

Dokter RS PKU Muhammadiyah Solo, dr. Dien Kalbu Ady, menjelaskan salah satu faktor penyebab timbulnya rasa kantuk pada pengemudi adalah ketika kondisi tubuhnya tidak sehat.

Oleh karena itu, sangat wajar jika muncul anjuran dan bahkan larangan berkendara atau mengemudi bagi siapa saja saat tubuh tidak fit.

Rasa kantuk itu bisa semakin parah apabila sang pengemudi sudah ada di bawah pengaruh obat.

Selain kondisi tubuh kurang fit, rasa kantuk saat berkendara bisa disebabkan oleh efek gangguan tidur dan pengaruh minuman keras.

Ketika seseorang memiliki ritme tidur yang tidak teratur, maka gangguan tidur dapat menyerang.

Kondisi inilah yang kemudian bisa menyebabkan orang tersebut mudah lelah dan mengantuk saat mengemudi.

Meski pengaruh alkohol pada setiap orang berbeda-beda, tapi pada umumnya minuman keras bisa juga menyebabkan seseorang hilang kesadaran secara tiba-tiba karena mengantuk.

“Maka dari itu, siapa saja sangat dianjurkan untuk selalu mencermati kondisi tubuh sebelum berkendara atau mengemudi demi keselamatan bersama,” imbau dr. Dien saat diwawancarai Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Selain kondisi tubuh, faktor eksternal seperti kondisi jalan tidak bisa dipungkiri juga dapat menjadi penyebab kantuk saat berkendara.

Misalnya saja, suasana jalan di daerah perkotaan tentu akan berbeda dengan jalan di daerah pedesaan maupun jalan tol yang sepi.

Jalanan panjang dan lurus seperti jalan tol lebih mungkin membuat para pengendara atau pengemudi bosan dan akhirnya menjadi mengantuk.

Jika Anda sedang bermasalah dengan hal itu, berikut ini ada beberapa tips atau cara menghilangkan kantuk saat berkendara yang bisa dicoba:

1. Makan secukupnya

dr. Dien menjelaskan rasa kantuk cenderung akan datang jika perut dalam kondisi kosong.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda segera berhenti sejenak untuk makan sekaligus istirahat saat rasa kantuk mulai menyerang saat bekendara.

Tapi, pastikan Anda tidak makan terlalu kenyang karena hal itu malah bisa membuat Anda semakin mengantuk.

Jadi, isi perut secukupnya agar energi kembali terisi dan Anda terhindar dari rasa kantuk saat berkendara.

2. Minum kopi

dr. Dien membenarkan minum kopi bisa menjadi obat kantuk karena mengandung kafein yang dapat membantu menjaga kesadaran tubuh.

Tapi perlu diingat, efek kafein ini tidak muncul secara singkat setelah dikonsumsi.

Kurang lebih butuh waktu sekitar 30 menit sampai efeknya terasa.

Jadi, ketika rasa kantuk itu muncul, akan lebih baik jika Anda mengambil waktu beberapa saat untuk beristirahat sambil menunggu efek kopi bekerja.

3. Menepi dan tidur sejenak

dr. Dien menilai cara terbaik untuk menghilangkan rasa kantuk saat berkendara adalah dengan menepikan kendaraan, lalu tidur sejenak.

Setelah tidur, pengendara boleh mengonsumsi kopi sesuai kebutuhan untuk membantu menjadi kesadaran tubuh dan makan secukupnya.

Waktu istirahat ini akan lebih baik jika diagendakan.

Misalnya, ketika dalam perjalanan jauh, setiap 2,5 jam sekali harus menepi dan beristirahat untuk menghindari kelelahan dan rasa kantuk.

4. Lakukan peregangan beberapa saat

dr. Dien mengatakan, penyebab rasa kantuk saat berkendara bisa juga karena kurangnya kadar oksigen di dalam tubuh pengemudi.

Untuk mengatasi hal itu, para pengendara bisa melakukan peregangan selama 10-30 menit.

Dengan bergerak aktif, menurut dia, oksigen yang dibutuhkan oleh pembuluh darah, otak, serta otot akan kembali tercukupi.

Alhasil, rasa kantuk pun perlahan akan hilang.

5. Buka kaca sedikit

Penyebab rasa kantuk saat berkendara bisa juga karena sirkulasi udara di dalam mobil yang kurang baik.

Selain itu, kondisi ruangan mobil yang dingin karena AC mungkin saja membuat tubuh terlalu nyaman saat berkendara, sehingga kantuk pun mudah menyerang.

Untuk mengatasinya, Anda dapat mematikan AC dan membuka kaca jendela mobil sedikit.

6. Hindari konsumsi obat sebelum berkendara

dr. Dien menganjurkan bagi seseorang yang akan menyetir atau berkendara, akan lebih baik jika tidak minum obat sebelum berangkat, baik itu obat antimabuk, obat batuk pilek, obat masuk angin, atau obat-obatan lainnya yang efek samping dapat menyebabkan kantuk.

Jika diharuskan untuk minum obat-obatan tersebut, sebaiknya Anda tidak menyetir terlebih dahulu demi keselamatan bersama.

7. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet dilaporkan dapat menurunkan kadar hormon stres yang akan membuat perasaan menjadi lebih tenang.

Selain itu, mengunyah permen karet bisa merangsang pergerakan otot-otot di wajah yang dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Hal ini pun diyakini bisa membuat para pengemudi akan menjadi lebih berkonsentrasi saat berkendara.

8. Minta ditemani saat berkendara

Jika ingin mengemudi dengan jarak yang cukup jauh apalagi dalam kondisi kurang tidur atau kelelahan, sebaiknya Anda tidak berkendara sendiri.

Jadi, carilah teman saat akan mengemudi.

Ajaklah teman atau keluarga yang bisa menemani sepanjang jalan, syukur-syukur sesekali bisa diminta gantian mengemudi.

dr. Dien mengatakan, mengobrol bersama orang lain bisa mengurangi rasa kantuk saat berkendara.

Namun, saat mengobrol, Anda tetap harus fokus pada kondisi jalan atau lalu lintas demi keselamatan bersama.

https://health.kompas.com/read/2020/09/21/180200668/8-cara-menghilangkan-kantuk-saat-berkendara

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke